Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

63 Kelurahan di Kota Surabaya Telah Nol Kasus Covid-19

Pemkot Surabaya terus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan kelurahan dengan nol kasus terkonfirmasi Covid-19 itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  11:43 WIB
Sejumlah warga yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya, Kamis (2/6/2020). - Antara/Humas Pemkot Surabaya
Sejumlah warga yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya, Kamis (2/6/2020). - Antara/Humas Pemkot Surabaya

Bisnis.com, SURABAYA - Sekitar 63 kelurahan di Kota Surabaya, Jawa Timur, per 21 Oktober 2020 dinyatakan nol kasus terkonfirmasi virus corona jenis baru atau Covid-19.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Surabaya Febriadhitya Prajatara di Surabaya, Kamis (22/10/2020), mengatakan Pemkot Surabaya terus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan kelurahan dengan nol kasus terkonfirmasi Covid-19 itu.

"Salah satunya dengan melakukan penguatan upaya promotif dan preventif melalui sosialisasi protokol kesehatan, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan RT/RW, kelurahan, kecamatan dengan melibatkan lintas sektoral secara intensif dan berkelanjutan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga terus menjamin masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan tetap patuh melaksanakan 3C (menghindari close room, close distancing, crowded) dengan mengikutsertakan peran serta lintas sektor di antaranya yakni Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas.

Begitu juga upaya meningkatkan pemeriksaan swab test juga semakin masif dilakukan, terutama bagi masyarakat yang memiliki angka risiko terkonfirmasi lebih tinggi. Ia juga menegaskan dalam pelaksanaan swab test itu dipastikan telah berkoordinasi dengan Puskesmas masing-masing wilayah untuk pemantauan lebih lanjut.

"Kemudian, mensyaratkan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif bagi pelaku perjalanan. Terutama bagi warga yang baru pulang dari berpergian atau warga luar kota yang menginap di Surabaya," katanya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, untuk memaksimalkan upaya-upaya preventif itu, Pemkot Surabaya juga mengoptimalkan peran dan fungsi dari Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Menurutnya, ini menjadi penting dilakukan dengan tujuan untuk mengendalikan penularan Covid-19 di masyarakat.

"Tentu dengan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap warga yang dikarantina atau isolasi mandiri," katanya.

Bahkan, tidak berhenti sampai di situ, Pemkot Surabaya juga memberikan fasilitas penyediaan sarana isolasi berupa Asrama Haji bagi pasien yang terkonfirmasi dan Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga dapat menurunkan risiko penularan di masyarakat.

Langkah berikutnya, monitoring harian juga rutin terus dilakukan khususnya bagi pergeseran status pelaku perjalanan, kontak erat maupun suspek atau probable di masing-masing kelurahan untuk terus mendeteksi dini berbasis wilayah di bawah koordinasi Wani Jogo Suroboyo dan puskesmas.

"Terakhir, melibatkan peran aktif Karang Taruna, PKK, Remas dan organisasi kemasyarakatan untuk menerapkan Program Sehat Mandiri, Bebas dari Covid-19 berbasis keluarga," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top