Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jatim Antisipasi Bencana Alam Akibat La Nina

Mitigasi juga dilakukan lebih dini seperti pada jalur-jalur evakuasi bagi masyarakat jika terjadi banjir, longsor maupun angin puting beliung dengan mengutamakan protokol kesehatan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  20:17 WIB
Ilustrasi. - Dok. BNPB
Ilustrasi. - Dok. BNPB

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan mitigasi dan menghitung seluruh potensi kerugian dari dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam menyusul adanya informasi dari BKMG mengenai La Nina yang membuat curah hujan naik 25 persen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan mitigasi harus dilakukan secara detail dari hulu sampai hilir mengingat dampak yang ditimbulkan dari bencana alam menyasar berbagai sektor sosial dan ekonomi mulai pertanian, perkebunan hingga perikanan, apalagi saat ini masih pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Saya minta ini harus didetailkan, baik BMKG, BPBD, Dinsos, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Kesehatan, hingga Bappeda dan seluruh instansi kebencanaan untuk mengantisipasi adanya dampak yang terjadi. Ini sesuatu yang kompleks karena kebencanaan yang terjadi dapat mengakibatkan kemiskinan baru," katanya dalam rilis, Rabu (21/10/2020).

Dia mengatakan selain itu, mitigasi juga dilakukan lebih dini seperti pada jalur-jalur evakuasi bagi masyarakat jika terjadi banjir, longsor maupun angin puting beliung dengan mengutamakan protokol kesehatan. Pihaknya pun tidak ingin terlambat dalam merespon fenomena La Nina.

Dia menambahkan, pihaknya pun akan melakukan apel kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan di tiga titik daerah yakni di daerah Matraman, Tapal Kuda dan Pantura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top