Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

d’Kross Community Ajak Masyarakat Terus Gaungkan Suara Perdamaian

d'Kross bisa konsisten dan menjaga reputasi Aremania yang selama ini identik sebagai suporter teladan.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  07:52 WIB
Anggota d'Kross Community berfoto bersama di Jalan Tugu saat melakukan kerja bakti memperingati hari jadinya yang ke-14 pekan lalu. - Istimewa
Anggota d'Kross Community berfoto bersama di Jalan Tugu saat melakukan kerja bakti memperingati hari jadinya yang ke-14 pekan lalu. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — d’Kross Community, bagian dari Aremania, supporter FC Arema, terus menggaungkan semangat dan suara perdamaian lewat kiprah di bidang olahraga, seni, dan sosial.

Tekad itu disampaikan Pemimpin d’Kross Community Ade Herawanto di Malang, Senin (19/10/2020). Penegasan itu sebagai bentuk refleksi atas kiprah d’Kross Community yang sudah berusia 14 tahun pada 17 Oktober 2020 lalu.

"Selalu kita gaungkan kabar damai ke seantero negeri bahkan ke seluruh penjuru dunia," ucapnya.

Dia juga bertekad mendorong d'Kross bisa konsisten dan menjaga reputasi Aremania yang selama ini identik sebagai suporter teladan yang penuh dengan berbagai kreasi, inovasi dan contoh bagi suporter lain se-Tanah Air.

Kiprah d’Kross Community beragam. Di bidang olahraga, ada d'Kross Boxing Camp yang sukses melahirkan banyak petinju berprestasi. alah satunya, Hero Tito, binaan Sasana d'Kross yang berhasil menggapai mimpi jadi juara dunia tinju internasional berbagai kelas.

Keseriusannya di cabor tinju terlihat dengan mengantongi lisensi promotor nasional dan internasional dari berbagai badan tinju dunia.

Ade yang juga menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang itu juga dikenal sebagai pembina tinju amatir Jawa Timur, bahkan juga aktif di asosiasi nasional.

Selain tinju, dia juga aktif mengayomi cabor lain, seperti Perguruan Silat Cimande hingga bergelut di cabang otomotif seperti motocross.

Di bidang seni, Band d'Kross pun terus berkarya dan telah merilis belasan album kontemporer, mulai dari album berisi lagu dan chant suporter, rock, punk-ska hingga campursari.

Band d'Kross juga sudah manggung keliling Indonesia, untuk menghibur fans dan tentunya arek-arek Malang perantauan, seperti di Batam, Kalimantan, Bali serta Lombok.

Tak terbatas di cabang olahraga dan musik, d'Kross Community juga aktif dalam kegiatan seni, budaya, pam swakarsa, dan berbagai kegiatan sosial.

Pada masa pandemi Covid-19, anggota dan pengurus d'Kross Community terlibat dalam bermacam kegiatan bakti sosial. Seperti dalam rangkaian HUT ke-33 Arema, Agustus lalu, d'Kross bersama Aremania Medis dan lintas komunitas lain menggelar pemeriksaan dan pengobatan gratis di sejumlah titik di Malang Raya, yakni Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.

Untuk menggalang donasi bagi kemanusiaan, Ade bersama komunitasnya juga menggelar konser virtual untuk memeriahkan hari jadi klub kebanggaan arek-arek Malang. Hasil yang terkumpul disalurkan ke panti asuhan, pondok anak yatim piatu, serta para lansia dan kaum dhuafa.

"Dari kegiatan ini, kami berharap bisa menginisiasi dan menginspirasi berbagai komunitas lain di Malang maupun suporter-suporter lain se-Indonesia," ujarnya.

Menurut dia, melaksanakan dan mengembangkan nilai-nilai gotong royong dan semangat satu jiwa melawan pandemi Covid-19 sangat penting dan berarti bagi masyarakat. Kiprah itu disesuaikan dengan latar belakang serta kemampuan dan keahlian masing-masing komunitas serta elemen masyarakat yang terlibat.

Kebiasaan ini sudah dilakukan Sam Ade bersama para pendiri d'Kross, bahkan sejak 2005 silam dan diteruskan sampai sekarang bersama segenap awak komunitas dengan menggandeng berbagai pihak.

Di bidang lingkungan hidup, komunitas terlibat berbagai upaya konservasi lingkungan hidup seperti di Nusa Tenggara Timur pertengahan 2016. Tokoh d'Kross bersama petinggi marinir TNI Angkatan Laut Brigjen Siswoyo ikut berperan dalam menamai salah satu pulau terluar NKRI yang berbatasan dengan Australia.

“Pulau itu dinamai Pulau Singo Edan dan didaftarkan secara resmi oleh Gubernur NTT waktu itu ke badan dunia, PBB" ujarnya.

Dengan refleksi dan apa yang sudah dijalani 14 tahun ini, dia berharap komunitas ini bisa terus berkontribusi positif dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, bersinergi dengan lintas elemen, mulai dari kelompok suporter, seniman, budayawan, insan musik, teknokrat, akademisi, pemuka agama, tokoh publik, buruh, ormas, sipil, birokrat, wakil rakyat, jajaran TNI-Polri dan para penegak hukum, serta seluruh lapisan masyarakat pada umumnya.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arema malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top