Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kulit Apel Diolah Warga Jadi Beras

Batu dikenal memiliki beberapa UMKM Keripik Apel cukup besar, dan sebagian warganya bekerja sebagai pekerja atau buruh pengupas kulit apel.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 18 September 2020  |  09:32 WIB
Kemasan BENKAP, beras analog dari kulit apel. - Istimewa
Kemasan BENKAP, beras analog dari kulit apel. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Enam mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya memberdayakan ibu-ibu PKK di Desa Tulungrejo, Batu untuk memanfaatkan limbah kulit buah apel menjadi beras analog bernama BENKAP.

Koordinator TIM BENKAP M. Mukasyafatul Asror mengatakan Desa Tulungrejo, Batu dikenal memiliki beberapa UMKM Keripik Apel cukup besar, dan sebagian warganya bekerja sebagai pekerja atau buruh pengupas kulit apel.

Masyarakat di daerah tersebut belum produktif dalam peningkatan ekonomi. Disamping itu, proses produksi keripik apel jika terus menerus dilakukan akan menimbulkan limbah kulit apel yang menumpuk.

“Potensi limbah kulit apel sehari menghasilkan 40 kg,” katanya di Malang, Kamis (17/9/2020).

Sebagian masyarakat hanya memanfaatkan limbah kulit apel sebagai pakan hewan ternak dan sisanya dibuang begitu saja. Jika kebiasaan tersebut masih berlangsung secara terus menerus akan sangat berdampak besar pada lingkungan dan kesehatan warga desa.

Selain itu, di dalam kulit apel memiliki banyak kandungan untuk dijadikan olahan produk yang ekonomis dan bermanfaat. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan kulit apel menyebabkan masyarakat tidak mengetahui manfaat kulit apel dengan baik.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan potensi kulit apel Moch. Mukasyafatul Asror , Arva Saktia Zulemita , Esthy Dwi Anggraeni, Erni Wahyu Wijayanti, Husna Atikah dan Rizal Nur Alfian dibawah bimbingan Joko Prasetyo, memberikan pelatihan pembuatan BENKAP.

Proses pembuatan BENKAP, kata dia, cukup mudah, yakni hanya dengan fortifikasi tepung kulit buah apel dan bahan-bahan lain. Dalam kegiatan tersebut, tim mengajarkan pertama-tama kulit buah apel dikeringkan menggunakan oven untuk memudahkan dalam proses menjadikan tepung kulit apel, kemudian dilakukan proses pencampuran dengan fortifikasi tepung lain seperti sorgum, maizena dan lainnya serta penambahan larutan GMS.

Selanjutnya didapatkan adonan dan potong menggunakan noodle maker dan gunting lalu dikeringkan. Terakhir, proses pengemasan beras analog dengan berat bersih 250 gram/pcs.

BENKAP, kata M. Mukasyafatul Asror, memiliki kandungan protein dan antioksidan tinggi yang dapat mencegah kanker dan diabetes serta bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk mengurangi resiko terpaparnya virus dan bakteri.

Menurut dia, mengatakan kegiatan ini merupakan program pelatihan terpadu dalam penanganan limbah organik di Desa Tulungrejo, Batu.

“BENKAP merupakan program yang solutif dengan memberdayakan unsur masyarakat dalam menangani permasalahan limbah organik di Desa Tulungrejo, Batu. Tim kami juga telah menggagas produk turunan dari BENKAP yaitu berupa pupuk organik cair (POC) dari apel reject dan tepung kulit apel sebagai pengembangan dari keberlanjutan program kami” tuturnya

Hingga saat ini, program BENKAP masih berlanjut dan akan terus dikembangkan untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo.

Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo dengan penjualan produk BENKAP sebesar Rp3.200.640/bulan.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malang universitas brawijaya
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top