Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

5.360 Pekerja Migran Jatim Gagal Berangkat

Total jumlah PMI asal Jatim yang pulang saat ini tercatat 10.398 orang.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 14 September 2020  |  08:04 WIB
5.360 Pekerja Migran Jatim Gagal Berangkat
Buruh migran Indonesia sedang berlatih meracik minuman bubble tea di Taiwan yang diselenggarakan oleh Global Workers' Organization (GWO), LSM Taiwan. - Bisnis/Hery Trianto
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur mencatatkan hingga 2 September 2020 total jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) Jatim yang gagal berangkat akibat pandemi Covid-19 mencapai 5.360 orang.

Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo mengatakan total jumlah PMI asal Jatim saat ini tercatat 10.398 orang. Dari jumlah tersebut posisinya sudah berada di Jatim dan belum bekerja lantaran berbagai alasan serta dampak pandemi.

“Termasuk yang gagal berangkat karena negara tujuan bekerja juga belum bisa membuka akses masuk orang asing,” katanya kepada Bisnis, Minggu (13/9/2020).

Adapun dari total 10.398 orang PMI asal Jatim itu, sebanyak 3.837 orang memang sudah finish kontrak dan tidak memperpanjang kontraknya sehingga memutuskan untuk kembali ke kampung halaman.

Sedangkan sebanyak 332 orang merupakan PMI yang bermasalah karena kena PHK, dan sebanyak 869 orang bermasalah karena deportasi dari negara tempatnya bekerja.

Dia menambahkan Pemprov Jatim juga terus mengawal setiap PMI yang kembali pulang hingga tiba di kampung masing-masing. Setiap PMI yang datang juga dilakukan rapid test dan perawatan jika ada yang positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TKI jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top