Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menkop dan UKM: Adaptasi dan Inovasi Kunci Sukses di Era Pandemi

Agar produk UMKM dikenal masyarakat, maka selain produk tersebut harus bagus kualitasnya, yang tidak kalah perlunya dibentuk personal branding.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 10 September 2020  |  21:26 WIB
Menkop dan UKM Teten Masduki.
Menkop dan UKM Teten Masduki.

Bisnis.com, MALANG — Adaptasi dan inovasi merupakan kunci sukses dalam kegiatan bisnis di era pandemi Covid-19.

Menkop dan UKM Teten Masduki menegaskan hal itu secara virtual saat menjadi menjadi keynote speaker dalam MBOIS STORE: Pameran Virtual Produk Ekonomi Kreatif Binaan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Malang dan Malang Koperasi Kreatif Mbois Malang Creative Fusion di Malang, Kamis (10/9/2020).

“Festival Mbois 5 sebuah solusi merespons segala kesulitan di era Covid-19,” ujarnya.

Dia juga merespons positif keberadaan Rumah Kreatif Virtual Bank Indonesia yang berfungsi sebagai tempat pameran produk-produk fesyen, kerajinan, makanan olahan, dan lainnya. Dari kegiatan itu ada yang bisa terus dikembangkan, yakni perlunya pelaku ekonomi berkolaborasi dengan stakeholders. Hal itu ternyata sangat ampuh menghadapi masa sulit ini.

Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho mengatakan keberadaan BI di daerah memang a.l diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Oleh karena itulah, BI Malang mendukung kegiatan Malang Creative Fusion berupa Festival Mbois 5 secara virtual. Lewat kegiatan itu diharapkan produk-produk UMKM, terutama sektor ekonomi kreatif, bisa ikut pameran secara virtual sehingga dapat tetap berjualan di era Covid-19.

Perancang busana, Anne Avantie, dalam kesempatan itu mengatakan agar produk UMKM dikenal masyarakat, maka selain produk tersebut harus bagus kualitasnya, yang tidak kalah perlunya dibentuk personal branding.

“Orang bisa menjelang pisang goreng seharga Rp3 ribu/biji, namun orang terkenal bisa menjual pisang goreng seharga Rp10.000/biji dan laku,” ucapnya.

Menjadi terkenal bukanlah dosa. Tuhan menciptakan manusia secara istimewa. Karena itulah, manusia juga harus berbuat istimewa di dunia, bukan yang biasa-biasa saja.

Dia juga mengingatkan, melakukan usaha tidak mudah. Karena itulah, diperlukan kerja keras dan cerdas dan strategi yang baik.

Selanjutnya, dengan cara yang baik dan benar yang ukurannya baik dan benarnya menurut Tuhan, maka ide-ide kreatif akan terus mengalir. “Jadilah terkenal dengan cara yang benar. Cara yang benar seperti tidak menjatuhkan orang lain,” ujarnya.

Dengan cara itu, dia optimistis, pelaku UMKM di era Covid-19 tetap bisa eksis. Hal itu bisa terjadi karena saat membangun usaha, mereka telah bekerja keras agar bisa berkembang, sehingga saat ada tantangan maka ada cara untuk mengatasinya. Yang tidak boleh dilupakan, ketika orang bekerja dan bertindak secara benar, maka ada dukungan Tuhan dibaliknya.

“Jadilah figur yang menginspirasi, bukan figur yang suka pamer. Sebenarnya ukurannya mudah, kalau menginspirasi karena didorong kata hati, sedangkan pamer tidak,” ucapnya.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top