Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketua DPRD Gresik Gus Yani Dicopot Gara-Gara Ikut Pilkada 2020

Pencopotan dilakukan melalui rapat paripurna yang digelar Senin (24/8/2020), di Gedung DPRD Gresik dan dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Hamim.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  07:47 WIB
Pelaksanaan Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Gresik, Jatim, Senin (24/8/2020). - Antara
Pelaksanaan Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Gresik, Jatim, Senin (24/8/2020). - Antara

Bisnis.com, GRESIK - Ketua DPRD Kabupaten Gresik Fandi Ahmad Yani atau yang akrab disapa Gus Yani dicopot dari jabatannya sebagai ketua, setelah yang bersangkutan maju menjadi calon bupati melalui partai lain yang tidak mengusungnya saat menjadi ketua DPRD.

Pencopotan dilakukan melalui rapat paripurna yang digelar Senin (24/8/2020), di Gedung DPRD Gresik dan dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Hamim, setelah sebelumnya diusulkan DPC PKB, yakni partai yang mengusung Gus Yani saat maju menjadi ketua.

"DPRD Gresik mempunyai waktu tujuh hari untuk berkirim surat ke Bupati Gresik, kemudian bupati melanjutkan ke gubernur," kata Nur Hamim kepada wartawan di Gresik.

Sebagai gantinya, Fraksi PKB mengutus H Abdul Qodir sebagai ketua DPRD Gresik yang baru berdasarkan SK DPP PKB nomor 3013/DPP/01/VII/2020 tentang Penetapan Perubahan Unsur Pimpinan DPRD Gresik.

Qodir mengaku siap direkomendasikan partai sebagai Ketua DPRD Gresik dan akan melanjutkan progam dari ketua lama yang dianggap sudah cukup bagus.

"Siap menjalankan amanah, yang jelas jabatan ini menjadi beban tersendiri bagi saya. Sebab banyak dari masyarakat Gresik secara umum memberikan harapan besar kepada kami yang di dewan," kata Qodir usai keluar dari rapat paripurna.

Menanggapi pencopotan itu, Gus Yani saat dikonfirmasi mengaku sangat menghormati proses demokrasi yang ada, dan dirinya sebelumnya juga siap mengundurkan diri dari Ketua DPRD Gresik untuk maju menjadi calon bupati dari PDI Perjuangan (PDIP).

"Saya secara pribadi menghormati proses demokrasi yang ada, dan siap maju sebagai calon bupati karena adanya dorongan masyarakat yang ingin perubahan di Kabupaten Gresik," katanya.

Namun demikian, Yani menegaskan, pencopotan dirinya sebagai Ketua DPRD Gresik saat ini masih hanya sebatas de facto atau secara fakta, sedangkan secara de jure atau berdasarkan hukum dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik sebelum turunnya surat dari Gubernur Jawa Timur.

Sementara itu, proses pergantian Ketua DPRD Gresik hingga menuju pelantikan diperkirakan memakan waktu satu bulan sampai turunnya keputusan dari gubernur.

Sebelumnya, rencana pencopotan Gus Yani sebagai Ketua DPRD Gresik sudah lama beredar di publik, kemudian diperkuat dengan turunnya rekomendasi dari PDI Perjuangan yang mendorong Yani maju sebagai calon bupati setempat.

Pilkada Kabupaten Gresik yang akan berlangsung Desember 2020, akan diramaikan dengan dua bakal pasangan calon, pertama pasangan Qosim-Alif (QA), kemudian pasangan Gus Yani-Aminatun (Niat).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gresik Pilkada 2020

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top