Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Klaim Surabaya Zona Hijau Covid-19, Begini Penjelasan Jajaran Risma

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut jika kondisi di Surabaya sudah berwarna hijau.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  20:38 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) menyampaikan pemaparan saat Rapat Analisa Dan Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Di Wilayah Kota Surabaya di Gedung Sawunggaling, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5/2020). Rapat itu diikuti jajaran kepolisian,TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN). - Antara/Didik Suhartono
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) menyampaikan pemaparan saat Rapat Analisa Dan Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Di Wilayah Kota Surabaya di Gedung Sawunggaling, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5/2020). Rapat itu diikuti jajaran kepolisian,TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN). - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA – Dinas Kesehatan Kota Surabaya memastikan bahwa indikator dalam kasus Covid-19 di Surabaya yang sudah berwarna hijau bukan zona wilayah kasus melainkan angka reproduksi efektif atau disebut Rt.

Diketahui sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut jika kondisi di Surabaya sudah berwarna hijau. Namun kini yang dimaksud hijau adalah angka reproduksi efektifnya.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan selama dua minggu terakhir memang angka reproduksi efektif (Rt) di Surabaya sudah terkendali. Tercatat 14 hari terakhir mulai dari 21 Juli - 3 Agustus, Rt di Surabaya kurang dari angka 1, yang artinya penularan sudah dapat dikendalikan.

“Perubahan warna yang dimaksud bukanlah pada zona, melainkan warna yang terdapat pada Rt yang sudah hijau dengan penularan kasus yang sudah dapat dikendalikan. Atau teorinya penyakit kemungkinan akan hilang dari populasi,” katanya dalam rilis, Selasa (4/8/2020).

Dia menjelaskan dalam indikator Rt terdapat 3 simbol warna yang digunakan untuk menggambarkan angka penularan kasus. Pertama, warna merah yang artinya angka penularan di atas satu (Rt>1) dan penyakit akan semakin menyebar dan jadi wabah di populasi.

Kedua, warna kuning yang artinya penularan sama dengan 1 dan penyakit akan konstan ada, tidak bertambah dan tidak berkurang di populasi sehingga menjadi endemis. Ketiga, warna hijau yang artinya nilai penularan di bawah 1 dan penyakit dapat terkendali.

“Nah, Surabaya sudah warna hijau dan artinya penyakit sudah terkendali,” kata dia.

Selain itu, ia memerinci angka Rt itu dihitung dengan dasar data onset mulai 26 Februari - 3 Agustus 2020 atau setara dengan 160 hari. Berdasarkan data tersebut, Feny menerangkan pada 21 Maret – 23 Mei atau bertepatan pada PSBB I dan II berwarna merah.

Kemudian pada 24–25 Mei membaik menjadi kuning. Berikutnya, pada 26 Mei – 04 Juni berubah menjadi warna hijau. Selanjutnya pada 5–6 Juni 2020 berubah menjadi kuning dan pada 7 Juni berwarna merah.

“Lalu 8–10 Juni masuk warna kuning. Pada 11-12 Juni berwarna merah. Pada 13-15 Juni kembali berwarna kuning. Begitu terus berubah-ubah sangat dinamis, tapi paling lama warna hijau ini adalah 2 minggu terakhir, semoga bisa konsisten,” jelasnya.

Febria berharap, Rt tersebut dapat terus terkendali, meski data tersebut bergerak sangat dinamis. Untuk itu dibutuhkan peran masyarakat agar disiplin terhadap protokol kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top