Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Sektor Ekonomi di Kota Malang yang Tumbuh Positif saat Pandemi Covid-19

NPL masih dalam kondisi terkendali atau di bawah 5 persen, yakni 2,19 persen, sedikit meningkat dibanding semester I tahun lalu.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  19:00 WIB
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri.
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri.

Bisnis.com, MALANG - Sektor perdagangan daring/e-commerce dan produk makanan segar di Kota Malang mengalami kenaikan transaksi 123 persen saat pandemi Covid-19 melanda.sen

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan dari indikator perbankan di Kota Malang juga menunjukkan tiga sektor ekonomi yang penyerapan kreditnya besar, yakni kredit perdagangan besar dan eceran 21,67 persen, industri pengolahan 12,61 persen, dan konstruksi 9,51 persen.

“NPL masih dalam kondisi terkendali atau di bawah 5 persen, yakni 2,19 persen, sedikit meningkat dibanding semester I tahun lalu,” katanya dalam Webinar Leader Talk: Pemulihan Ekonomi Kota Malang, Senin (3/8/2020).

Pertumbuhan kredit secara tahunan (Juni 2020) yakni 1,83 persen. Kredit konsumtif turun 1,48 persen. Share kredit UMKM mencapai 33,45 persen atau Rp6,67 triliun.

Tingkat rata-rata konsumsi dan pengeluaran per kapita per bulan di Kota Malang secara nominal mengalami penurunan sejak akhir 2019, yakni Rp46.151 lebih rendah bila dibandingkan 2018 yang mencapai Rp49.700.

Hal ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam masa pandemi Covid-19.

Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo menegaskan ada program digitalisasi untuk UMKM oleh bank-bank pemerintah, yakni melatih UMKM dan sekaligus memberikan akses permodalan. "Ini perlu terus disosialisasikan ke UMKM agar mengikuti program tersebut,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, belanja langsung pemerintah sekitar Rp1.000 triliun, ada Rp317 triliun yang didesain agar terserap UMKM lewat produk-produknya. Dengan begitu, maka diharapkan dapat membangkitkan ekonomi di sektor ini.

“Dalam situasi pandemi, memang yang bisa mengungkit pertumbuhan adalah dari belanja pemerintah,” ucapnya,.

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan Pemkot Malang mengalokasikan anggaran untuk Covid-19 sebesar Rp124,752 miliar dengan rinci untuk penanganan kesehatan Rp28,536 miliar, jaring pengaman sosial Rp26,224 miliar, dan belanja tidak terduga Rp69, 972 miliar.

“Kami bisa agak lebih leluasa untuk melakukan belanja langsung karena Silpa 2019 masih besar,” ujarnya.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim kota malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top