Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

21 SMP di Surabaya Bakal Mulai Proses Belajar Mengajar

Puluhan sekolah tersebut harus melakukan simulasi protokol kesehatan PBM.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  19:36 WIB
Ilustrasi. - Antara/Fakhri Hermansyah
Ilustrasi. - Antara/Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana memulai Proses Belajar Mengajar (PBM) di 21 SMP negeri dan swasta sebagai percontohan/pilot project.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Dispendik Kota Surabaya, Sudarminto mengatakan sebanyak 21 sekolah tersebut masing-masing merupakan perwakilan dari 5 wilayah sekolah di Surabaya. Sebelum pelaksanaan PBM, puluhan sekolah tersebut harus melakukan simulasi protokol kesehatan PBM.

“Tahap pertama yang sudah melakukan simulasi protokol kesehatan PBM ada 2 sekolah yakni SMPN 15 dan SMPN 3. Simulasi diperankan oleh karyawan serta para guru,” katanya dalam rilis, Senin (3/8/2020).

Dia menambahkan sebelum PBM, pihak sekolah juga perlu menyerahkan SOP protokol kesehatan serta akan dimonitoring oleh Dispendik.

Adapun dalam penerapan protokol kesehatan di sekolah, terdapat sejumlah poin penting di antaranya seperti cek suhu badan saat masuk gerbang sekolah, cuci tangan dengan sabun, masuk ke bilik disinfektan, hingga SOP ketika murid ingin pergi ke toilet dan melakukan aktivitas lain.

Selain itu, kapasitas jumlah peserta didik setiap kelas, serta jam pelajaran juga dikurangi. Pihak sekolah juga harus mengutamakan mata pelajaran yang lebih esensial. Termasuk, peserta didik yang memiliki penyakit bawaan juga tidak perlu masuk sekolah.

“Jadi tidak harus seluruh mata pelajaran, dan jam pelajaran tidak harus 45 menit, bisa 25 menit. Lalu yang masuk tidak perlu 100 persen, mungkin 25 persen atau 50 persen sesuai kesiapan sarana prasarana sekolah,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah jatim surabaya
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top