Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semen Indonesia Gandeng BTN Percepat Pemulihan Sektor Perumahan

Ditawarkan solusi pembangunan rumah dengan metode cetak di tempat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  06:41 WIB
Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso (kedua dari kiri) dan Direktur Utama BTN, Pahala N. Mansury (keempat dari kiri) menunjukkan dokumen kerjasama dalam percepatan pemulihan sektor perumahan. - Ist
Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso (kedua dari kiri) dan Direktur Utama BTN, Pahala N. Mansury (keempat dari kiri) menunjukkan dokumen kerjasama dalam percepatan pemulihan sektor perumahan. - Ist

Bisnis.com, SURABAYA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menjalin kerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dalam percepatan pemulihan sektor perumahan, untuk mendukung pemerintah dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang menjadi rangkaian kegiatan mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian nasional.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso dan Direktur Utama BTN Pahala N Mansury pada acara “Webinar Sinergi untuk Percepatan Pemulihan Sektor Perumahan” secara virtual yang diselenggarakan oleh BTN dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Rabu (29/7/2020).

Dalam keterangan persnya yang diterima di Surabaya, Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, melalui kerja sama ini SIG menyediakan solusi teknologi konstruksi melalui One-Day-One-Home (Dynahome) sebagai solusi pembangunan rumah dengan metode cetak di tempat.

Sehingga, kata dia, mempercepat proses pekerjaan dinding rumah dengan kualitas tinggi dalam satu hari secara massal dengan biaya yang efisien.

Hendi mengatakan, Dynahome bisa membantu pemegang kebijakan untuk menjawab tantangan kebutuhan rumah.

"Waktu pengerjaan konstruksi dinding, kolom dan atap dilakukan dalam satu hari sehingga memangkas proses keseluruhan pembangunan, dan memungkinkan untuk pelaksanaan serah terima rumah hanya dalam tujuh hari," katanya.

Teknologi Dynahome dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah tiga kali lebih banyak (336 rumah dalam 90 hari) dibanding metode konvensional.

"Teknologi konstruksi Dynahome dapat memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi stakeholders dalam pemenuhan kebutuhan perumahan di Indonesia," katanya.

Tantangan bagi developer saat ini, kata dia, yaitu lamanya proses konstruksi rumah yang menghambat waktu akuisisi customer, sedangkan tantangan bagi kontraktor adalah periode konstruksi lama yang mempengaruhi pemanfaatan kredit modal kerja, akurasi perencanaan dan realisasi terhadap proses konstruksi, dan tantangan bagi pemilik rumah adalah kualitas rumah layak huni serta lamanya waktu menunggu rumah terbangun.

Direktur Utama BTN Pahala N Mansury mengatakan, sebagai salah satu entitas perbankan dalam ekosistem perumahan sangat perlu adanya keberpihakan pemerintah mulai dari aturan hingga penempatan dana negara menjadi angin yang segar.

"Kredit yang dialirkan Bank BTN memiliki dampak ekonomi jangka panjang. Sebab, kredit itu akan menjadi tempat tinggal yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tidak hanya itu, kredit yang disalurkan ke sektor perumahan pun akan memberikan multiplier effect terhadap industri lainnya," katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara menjelaskan program PEN merupakan bagian dari kebijakan luar biasa yang ditempuh pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19.

Terutama, dampak terhadap ekonomi yang mengalami penurunan tajam akibat Covid-19, PEN juga digelontorkan untuk industri perumahan mengingat dampak lanjutan yang besar dari akselerasi di sektor tersebut.

"Program PEN dirancang untuk mengakselerasi permintaan dan penawaran, termasuk di sektor perumahan yang memberikan multiplier effect ke industri lainnya," kata Suahasil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen indonesia
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top