Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kadin Jatim Fasilitasi Sertifikasi Tenaga Kerja Mandiri

Sertifikasi tenaga kerja industri dari target semula 20.000 tenaga kerja menjadi hanya 4.200 tenaga kerja.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  18:25 WIB
Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri. - Antara/M Risyal Hidayat
Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri. - Antara/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, SURABAYA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur akan mengupayakan pemberian fasilitas sertifikasi tenaga kerja industri secara mandiri mengingat adanya pemangkasan program sertifikasi tenaga kerja oleh Kementerian Perindustrian.

Adapun Kemenperin telah memangkas program sertifikasi tenaga kerja industri dari target semula 20.000 tenaga kerja menjadi hanya 4.200 tenaga lantaran ada pemangkasan alokasi anggaran APBN 2020 yang diprioritaskan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan memang industri tidak boleh hanya mengandalkan dana dari APBN untuk peningkatan kualitas SDM-nya sehingga Kadin Jatim akan berupaya menfasilitasi peningkatan SDM di sektor industri karena jumlah tenaga kerja yang telah tersertifikasi masih sangat kecil.

"Kualitas SDM yang ditunjukkan dengan kepemilikan sertifikat itu seharusnya bisa menjadi pendorong peningkatan produksi, kualitas dan efisiensi pada industri yang bersangkutan. Sertifikasi juga mampu meningkatkan daya saing perusahaan dan tenaga kerja yang bersangkutan," jelasnya dalam Pembukaan Pelaksanaan Uji Kompetensi secara virtual, Rabu (8/7/2020).

Adik menjelaskan rencananya Kadin akan menggelar sertifikasi mandiri dengan cara berkolaborasi, yakni melalui Kadin Institute, LSP, Balai Diklat dan lembaga lainnya.

Adik yang juga Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi Jatim itu menambahkan, dalam pelaksanaan sertifikasi di saat pandemi, maka jumlah tenaga kerja yang ikut pelatihan juga akan dikurangi yakni hanya 50 persen dari kondisi normal.

Adapun pada kegiatan uji kompetensi dan sertifikasi yang digelar Kemenperin bersama Kadin Jatim tersebut diikuti oleh tenaga kerja dari 3 industri Jatim yakni PT Maspion Unit II Gedangan Sidoarjo, PT Eta Indonesia Sidoarjo dan PT Singko Prima Alloy Surabaya.

Assisten Direktur PT Maspion Unit II, Juarno Susilo menambahkan sertifikasi ini sangat bermanfaat bagi Maspion karena bisa meningkatkan kualitas dan daya saing perusahaan.

"Kami berharap sertifikasi tenaga kerja seperrti ini bisa diperbanyak sektor-sektornya," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga kerja pekerja
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top