Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Naik Turun Positif Covid-19 Surabaya Terkadang Ekstrem, Ini Pemicunya

Data pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya naik turun secara gradual terkadang ekstrem.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  07:17 WIB
Polisi melakukan penyekatan di pos pemeriksaan (check point) Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (26/5/2020). Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik diperpanjang kembali terhitung mulai 26 Mei 2020 hingga 8 Juni 2020. - Antara/Didik Suhartono
Polisi melakukan penyekatan di pos pemeriksaan (check point) Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (26/5/2020). Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik diperpanjang kembali terhitung mulai 26 Mei 2020 hingga 8 Juni 2020. - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - Data pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya naik turun secara gradual terkadang ekstrem.

Data yang dihimpun Bisnis dari Pemprov Jawa Timur per Selasa (26/5/2020) dilaporkan ada tambahan positif corona di Surabaya 22 orang, sehingga total 2.118 orang. Adapun sehari sebelumnya, Senin 25 Mei 2020, ada 2.095 pasien positif bertambah 120 orang.

Sementara pada Minggu 24 Mei, ada 1.975 pasien positif bertambah 46 orang dari sebelumnya. Sabtu 23 Mei, 1.927 orang positif bertambah 310 orang dari sebelumnya.

Jumat 22 Mei, ada 1.617 orang positif bertambah 51 orang. Sedangkan Kamis 21 Mei, ada 1.566 orang positif bertambah 311 orang. Pada Rabu 20 Mei, ada 1.255 orang positif bertambah 86 orang. Selasa 19 Mei, 1.169 orang terkonfirmasi Covid-19 bertambah 63 orang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menjelaskan fenomena kenaikan pasien positif Covid-19 yang diumumkan Kamis, 21 Mei 2020. Kala itu ada tambahan di Jawa Timur 502 orang positif, dengan 311 orang di antaranya di Surabaya. Jumlah itu ternyata tumpukan hasil tes sejak tiga hari, 18-20 Mei.

Angka 502 tambahan pasien positif, 96,2 persen diumumkan dari ITD Unair. Namun demikian, ITD tidak melaporkan sejak 19 Mei sehingga kumulatif kasus 18-20 Mei baru diumumkan pada 21 Mei.

Rinciannya pada 18 Mei terkonfirmasi ada 141 kasus, 19 Mei ada 195 kasus dan pada 20 Mei ada 190 kasus. "Di satu sisi, ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas tes PCR swab," tulis Emil dalam akun instagramnya.

Emil menjelaskan fenomena 21 Mei tersebut disebabkan ada penumpukan 1.500 sampel dari seluruh Jawa Timur di ITD Unair.

Adapun dalam perkembangan terbaru per Selasa (26/5/2020), ITD Unair beroperasi terbatas karena ada staf terinfeksi Covid-19. Dalam surat yang ditujukan ke Pemprov Jawa Timur, ITD Unair hanya menerima sampel dari RS Unair selama 14 hari terhitung sejak 26 Mei.

"Tenaga laboratorium ITD Unair sebagian terpapar virus Covid-19 dan kapasitas pemeriksaan yang kami miliki akan berkurang, untuk sementara waktu ITD Unair hanya menerima Sampel Baru Covid-19 dari Rumah Sakit Unair," demikian tulis Ketua Institute of Tropical Disease Unair, Prof. Maria Inge Lusida, dalam surat bertanggal 26 Mei.

Sementara dari data Pemkot Surabaya, ada 635 hasil swab yang menunggu konfirmasi. Jumlah itu berasal dari kegiatan rapid test (tes cepat) Covid-19 ke 19.416 orang sampai Sabtu 23 Mei dan didapati 1.812 orang reaktif.

Selanjutnya dari sejumlah orang reaktif tersebut diajukan melaksanakan tes swab. Sampai periode tersebut, tes swab telah dilakukan 1.155 kali. Hasil yang telah keluar 520 buah, dengan rincian 236 hasilnya positif dan 635 hasilnya menunggu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana dijadwalkan menyerahkan laboratorium lapangan ke Surabaya, Rabu 27 Mei. Fasilitas baru ini diharapkan bisa mempercepat pemeriksaan sampel pasien di Jatim sehingga pengendalian penyebaran Covid-19 terkontrol lebih cepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya jawa timur
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top