Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsep Kampus Merdeka Diyakini Mengandung Sejumlah Keunggulan

Ini sebenarnya program debirokratisasi dari pemerintah yang ditujukan pada perguruan-perguruan tinggi, kata Rektor UMM.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  05:39 WIB
Rektor UMM Fauzan. - Bisnis/ChoirulAnam
Rektor UMM Fauzan. - Bisnis/ChoirulAnam

Bisnis.com, MALANG — Progam Kampus Merdeka yang dicanangkan Kemendikbud diyakini dapat mendorong terciptanya SDM, lulusan perguruan tinggi, yang unggul dan berdaya saing saat memasuki dunia kerja.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan menegaskan perguruan tinggi yang dipimpimnya siap merealisasikan Program Kampus Merdeka.

"Ini sebenarnya program debirokratisasi dari pemerintah yang ditujukan pada perguruan-perguruan tinggi.  Perguruan tinggi diberikan ruang seluas-luasnya untuk berkreasi untuk menciptakan lulusan atau SDM unggul, kompeten, dan ahli yang siap berkompetisi di dunia kerja," katanya di Malang, Rabu (29/1/2020).

UMM sendiri, kata dia, melaksanakan program itu sejak 2017 yang bertujuan mencetak SDM yang unggul dan kompeten sehingga siap bersaing di pasar.

Implementasi dari program itu a.l mempersilakan mahasiswa yang mengambil prodi tertentu untuk mengambil minor sesuai dengan minat dan bakatnya terkait dengan dunia kerja.

Seperti di Prodi Peternakan, ada peminatan untuk menjadi tenaga profesional dan entrepreneur. Untuk keperluan itu, UMM menjalin kerja sama dengan industri dan profesional.

Dengan demikian, lulusannya dapat dipastikan dapat terserap karena sesuai dengan kebutuhan pasar. Begitu juga mereka yang berwirausaha, peluangnya menjadi terbuka karena mereka diajari secara praktikal terkait apa yang harus dilakukan untuk menjadi entrepreneur.

Begitu juga mahasiswa yang mempunyai ketertarikan di bidang penelitian dan telah menghasilkan karya nyata, mereka mendapatkan imbalan atau reward baik berupa dana pembinaan serta kemudahan akademis.

Misalnya mereka tidak lagi diharuskan melakukan kewajiban melaksanakan KKN maupun membuat skripsi. Mereka cukup melaporkan secara baik dan tertulis layaknya laporan ilmiah apa yang telah mereka lakukan dalam melakukan penelitian dan pengembangan serta pengabdian ke masyarakat.

Dengan adanya program Kampus Merdeka, kata dia, maka perguruan tinggi menjadi lebih leluasa bekreasi dalam mengembangkan prodi-prodi untuk mencetak lulusan atau SDM yang unggul sehingga kompetitif di dunia kerja nantinya.

“Kami tidak lagi terbelenggu dengan keharusan melaksanakan kegiatan birokrasi yang jelimet dan rumit. Kami bisa berkonsentrasi dalam upaya pengembangan mutu mahasiswa,” kata Fauzan yang terpilih sebagai lagi sebagai Rektor UMM periode 2020-2024.

Oleh karena itulah, dia menegaskan, di periode ke dua kepemimpinannya sebagai Rektor UMM, akan berfokus a.l untuk mengembangkan SDM atau lulusan yang unggul tersebut dengan membuka prodi-prodi yang diperkirakan dibutuhkan di dunia kerja serta banyak diminati mahasiswa.

Namun di sisi lain, institusi, yakni UMM juga harus diperkuat. Termasuk SDM dosennya. Upaya peningkatan rekognisi UMM baik formal maupun faktual terus diupayakan dan ditingkatkan.

Rekognisi formal berupa pengakuan-pengakuan atas eksistensi UMM oleh lembaga-lembaga yang berwenang, sedangkan rekognisi faktual berupa pengakuan dari masyarakat atas keunggulan SDM yang dibangun UMM.

"Selain menyiapkan kompetensi SDM dosen, kami bekerja sama dengan praktisi dari korporasi, baik swasta maupun BUMN.  Secara institusi kami juga bekerja sama dengan korporasi," ucapnya.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Universitas Muhammadiyah Malang kemendikbud jawa timur
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top