Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asita Jatim Minta Wisman Diberi Perlindungan terkait Corona

Ada masyarakat yang memperlakukan wisatawan China berlebihan di Sumatera Barat sampai tidak boleh keluar dari hotel, jika itu dibiarkan akan menjadi bumerang juga bagi industri pariwisata.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  18:55 WIB
Asita Jatim Minta Wisman Diberi Perlindungan terkait Corona
Belasan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) menggelar spanduk yang berisikan menolak kedatangan turis China, saat mengadakan audensi di kantor Dewan Perwakilan Daerah Sumatera Barat, Padang, Senin (27/1/2020). Forum Masyarakat Minangkabau mendesak pemerintah setempat untuk memulangkan kembali 150 orang wisatawan dari China melalui agen travel Coco's Tour dan PT Marawa Coporate, yang datang pada Minggu (26/1/2020). - Antara/Muhammad Arif Pribadi
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA – Association of The Indonesia Tours and Travel (Asita) Jawa Timur meminta pemerintah memberikan perlindungan terhadap semua wisatawan asing termasuk dari China dalam menyikapi isu virus corona.

Ketua Dewan Tata Krama Asita Jatim, Nanik Sutaningtyas mengatakan wisatawan mancanegara sangat berperan terhadap industri pariwisata Tanah Air. Untuk itu, kehadiran mereka selayaknya dilindungi dan tidak diperlakukan secara berlebihan.

“Masyarakat jangan anarkis, kita harus menghargai wisatawan karena mereka yang mendatangkan devisa. Saya dengar ada masyarakat yang memperlakukan wisatawan China berlebihan di Sumatera Barat sampai tidak boleh keluar dari hotel, jika itu dibiarkan akan menjadi bumerang juga bagi industri pariwisata,” jelasnya, Senin (27/1/2020).

Dia mengatakan berita virus corona sebenarnya juga akan berdampak pada kunjungan pariwisata, bukan hanya di Jatim tetapi juga seluruh Indonesia. Nanik mengkhawatirkan, isu tersebut membuat wisatawan takut datang ke Indonesia, dan sebaliknya masyarakat juga takut jika ada penyebaran virus.

“Isu tersebut sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan baik di dalam maupun luar negeri. Pada dasarnya, travel juga tidak ingin melakukan perjalanan jika kondisi itu dianggap berbahaya, karena travel juga ingin melindungi customernya dengan aman,” ujarnya.

Menurutnya, negara China sangat luas, bahkan letak Kota Wuhan jauh dari kota-kota lainnya seperti Hainan. Namun sayangnya, masyarakat menganggap bahwa semua yang datang dari China berbahaya lantaran ketidakpahaman mengenai virus serta letak geografis China.

“Tidak ada satupun orang ingin terjangkit virus tersebut, ditambah berita yang macam-macam akhirnya orang takut bepergian ke mana saja. Di bandara, di public service pun juga takut. Ini bisa membuat dunia pariwisata terpuruk,” imbuh Nanik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, tingkat kunjungan wisman ke Jatim melalui Bandara Internasional Juanda pada periode Januari- November 2019 mencapai 227.659 kunjungan. Jumlah itu turun 22,54% dibandingkan periode sama 2018 yang mencapai 293.920 kunjungan.

Dari data tersebut, China merupakan negara ketiga terbesar setelah Malaysia dan Singapura yang berkunjung ke Jatim. Tercatat pada periode Januari – November 2019, wisman China mencapai 22.019 orang. Jumlah wisman China naik 77,63% dibandingkan Januari – November 2018 yang hanya 12.369 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata asita virus corona
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top