Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Barata Indonesia Targetkan Ekspor Tembus US$35 Juta pada 2020

Perseroan tahun ini mampu mencatatkan kinerja ekspor US$31 juta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu yang hanya US$16 juta.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 18 Desember 2019  |  22:55 WIB
Barata Indonesia Divisi Komponen Turbin di Cilegon melakukan ekspor. - Barata Indonesia
Barata Indonesia Divisi Komponen Turbin di Cilegon melakukan ekspor. - Barata Indonesia

Bisnis.com, SURABAYA - PT Barata Indonesia (Persero) menargetkan kinerja ekspor pada tahun depan bisa tembus US$35 juta seiring dengan upaya menguatkan posisi perusahaan di industri manufaktur nasional.

Direktur Utama Barata Indonesia, Fajar Harry Sampurno mengatakan perseroan tahun ini mampu mencatatkan kinerja ekspor US$31 juta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu yang hanya US$16 juta.

"Meningkatnya nilai ekspor perusahaan ini membuktikan bahwa produk manufaktur tanah air juga mampu bersaing dan tidak kalah dengan produk – produk manufaktur mancanegara," katanya, Rabu (18/12/2019).

Dia mengatakan penjualan ekspor tersebut diperoleh dari penjualan divisi industri komponen dan permesinan, serta divisi pembangkit listrik.

"Seperti tahun - tahun sebelumnya divisi foundry Barata Indonesia yang memproduksi komponen kereta api telah melakukan ekspor ke negara-negara ke Amerika Serikat, Meksiko dan juga Kanada," jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya menjaga eksistensi dalam industri manufaktur dalam negeri serta sebagai salah satu bentuk untuk menambah devisa negara.

Di sisi lain, pada 2020 perusahaan juga akan melakukan langkah besar yakni menjadi pemimpin kluster Industri manufaktur yang terdiri dari beberapa perusahaan BUMN yang bergerak di bidang manufaktur.

Perusahaan tersebut terdiri dari PT Barata Indonesia (Persero), PT INKA (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), PT IKI (Persero), PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) serta PT Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero).

"Saat ini, tim pokja percepatan pengembangan industri manufaktur telah dibentuk dan pihak – pihak terkait telah melakukan konsolidasi untuk mempercepat pembentukan klaster industri manufaktur tersebut," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur PT Barata Indonesia
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top