Bisnis Indonesia Dorong Pertumbuhan Entrepreneur Muda Surabaya

Upaya untuk mendorong pengusaha muda ini dilakukan dengan menggelar talk show yang berlangsung di kampus ITS pada 1 Oktober 2019.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  11:23 WIB
Bisnis Indonesia Dorong Pertumbuhan Entrepreneur Muda Surabaya
Sejumlah mahasiswa berfoto di sela-sela Talkshow di Kampus, Sukses Menjadi Entrepreneur Muda di Tengah Era Disrupsi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Senin (1/10 - 2019).

Bisnis.com, SURABAYA — Harian Bisnis Indonesia bersama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Bekraf mengajak kaum muda di Surabaya untuk menjadi entrepreneur muda yang sukses di tengah era disrupsi.

Upaya untuk mendorong pengusaha muda ini dilakukan dengan menggelar talk show yang berlangsung di kampus ITS pada 1 Oktober 2019.

"Melalui talk show berlabel Bisnis Indonesia Muda Initiatives 2019 ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan wirausaha muda, khususnya dari ITS," kata Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto saat memberi sambutan.

Dekan Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi ITS, Udisubakti Ciptomulyono mengatakan anak muda di Jawa Timur seharusnya bisa karena negara yang maju itu sedikitnya harus punya wirausaha 4% dari jumlah penduduk.

Namun saat ini jumlah wirausaha di Indonesia masih sekitar 2%, padahal negara makmur didrive oleh keberadaan anak muda yang punya ketekunan dan komitmen.

"Diharapkan, melalui talk show ini akan muncul ide-ide baru dan semangat menjadi wirausaha muda dari lulusan ITS. Saya harap juga mahasiswa ITS yang belajar teknologi ini ke depan punya success story di bidang yang sesuai passion dan ide yang berbasis teknologi," katanya.

Menurutnya selama ini lulus ITS banyak yang menjadi pengusaha makanan sehingga creation valuenya tidak terlalu besar, padahal ilmu yang diperoleh adalah teknologi, meskipun tidak menutup kemungkinan bidang sosial pun bisa menghasilkan bisnis.

Direktur Complience and Risk BTN, R. Mahelan Prabantarikso menambahkan diharapkan lulus perguruan tinggi ini bukan hanya menjadi job seeker tetapi menjadi job creation.

"Kenapa menjadi job creation? Karena lulusan sekolah ini bisa bekerja untuk diri sendiri, dan mereka bisa cepat kaya, salah satunya menjadi entrepreneur muda bidang properti," katanya.

BTN, lanjutnya, akan lebih banyak mendorong wirausaha muda baru di bidang properti karena BTN memiliki program School Mini Property yang akan mencetak prngembang-pengembang baru guna mendukung pembangunan rumah untuk mengurangi backlog perumahan yang mencapai 11,4 juta unit, dan pertumbuhan backlog per tahun mencapai 400.000 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
entrepreneur, bisnis indonesia

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup