Bisnis Indonesia Muda Initiatives 2019 Gelar Talkshow di ITS

Acara yang digelar berkat kerja sama Bisnis Indonesia, Bank BTN, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan ITS bertujuan menularkan virus kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  10:00 WIB
Bisnis Indonesia Muda Initiatives 2019 Gelar Talkshow di ITS
Direktur Complience & Risk Bank Tabungan Negara (BTN) R. Mahelan Prabantarikso dalam talkshow bertema Sukses Menjadi Entrepreneur Muda di Tengah Era Disrupsi di Kampus Departemen Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Senin (1/10/2019). - Bisnis/Andik S.

Bisnis.com, SURABAYA — Sebanyak 200 mahasiswa dan tamu undangan mengikuti talkshow bertema Sukses Menjadi Entrepreneur Muda di Tengah Era Disrupsi di Departemen Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Senin (1/10/2019).

Acara yang digelar berkat kerja sama Bisnis Indonesia, Bank BTN, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Manajemen Bisnis ITS bertujuan menularkan virus kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto mengatakan Bisnis Indonesia Muda Initiatives 2019 merupakan ikhtiar menyebarkan semangat entrepreneurship (kewirausahaan).

"Bisnis Indonesia mempunyai konsen mengembangkan kewirausahaan, harapannya mahasiswa terpacu memunculkan usaha kreatif," jelasnya saat memberi sambutan pembukaan acara, Senin (1/10/2019).

Hery menuturkan penyelenggarakan talkshow bisnis di ITS juga didasarkan fakta hubungan teknologi dengan dunia usaha sangat erat. Terlebih di era perusahaan cepat dunia saat ini, valuasi perusahaan teknologi yang baru bisa menyaingi nilai perusahaan lama.

"Perusahaan konvensial, dan kolonial mudah dilewati dengan Gojek dan Traveloka," jelasnya.

Bisnis Indonesia Muda Initiatives 2019 setelah digelar di ITS selanjut dilaksanakan di Universitas Sebelar Maret (UNS) Surakarta.

Direktur Complience & Risk Bank Tabungan Negara (BTN) R. Mahelan Prabantarikso mengatakan saat ini dunia pada era disrupsi yang secara bebas bisa diartikan sebagai era perubahan cepat. Bila dulunya taksi harus diorder via telpon, mencegat di jalan, kini bisa dipesan via ponsel.

"Inovasi tersebut berdampak pada perusahaan, termasuk BTN. [Inovasi] ini juga berdampak pada efisiensi sehingga menuntut perubahan," ujarnya saat memaparkan materi di hadapan mahasiswa Manajemen Bisnis ITS.

Mahelan menegaskan perubahan di dunia tersebut juga direspons BTN. Beberapa di antaranya perubahan sumber daya manusia (SDM), efisiensi dengan digitalisasi proses, menjual ide, produk yang kolaborasi, dsb.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis indonesia, btn

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup