Tips Jadi Wirausaha, Buatlah yang Dibutuhkan Pasar

Anda mempunyai banyak ide usaha? Bila iya, coba cek apakah ide tersebut bisa diimplementasikan, dibutuhkan pasar dan menjawab kebutuhan pasar.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  11:13 WIB
Tips Jadi Wirausaha, Buatlah yang Dibutuhkan Pasar
Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Bekraf, Hari Santoso Sungkari (berdiri) saat jadi pembicara Talkshow di Kampus bertema Sukses Menjadi Entrepreneur Muda di Tengah Era Disrupsi, di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Senin (1/10/2019). - Bisnis/Andik S.

Bisnis.com, SURABAYA — Anda mempunyai banyak ide usaha? Bila iya, coba cek apakah ide tersebut bisa diimplementasikan, dibutuhkan pasar dan menjawab kebutuhan pasar.

Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hari Santoso Sungkari, mengutarakan pertanyaan di atas saat menjadi pembicara Talkshow di Kampus bertema Sukses Menjadi Entrepreneur Muda di Tengah Era Disrupsi.

"Harus market fit. Buatlah yang dibutuhkan pasar dan solusi problem," katanya di hadapan sekitar 200 mahasiswa pada acara yang diselenggarakan di Departemen Teknik ITS, Senin (1/10/2019).

Acara yang berlabel Bisnis Indonesia Muda Initiatives 2019 digelar berkat kerja sama Bisnis Indonesia, Bank BTN, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan ITS bertujuan menularkan virus kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Hari menuturkan tahap selanjutnya dari pengembangan bisnis, pengusaha harus mengurangi risiko dengan inovasi. Level ini harus dilakukan validasi konsumen/pasar agar produk yang dihasilkan tepat sasaran.

"Jangan dilupakan dalam membangun bisnis, pendiri usaha harus selalu melengkapi. Keterampilan pendiri atau orang terlibat harus saling mendukung," jelasnya.

Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto mengatakan Bisnis Indonesia Muda Initiatives 2019 merupakan ikhtiar menyebarkan semangat entrepreneurship (kewirausahaan).

"Bisnis Indonesia mempunyai konsen mengembangkan kewirausahaan, harapannya mahasiswa terpacu memunculkan usaha kreatif," jelasnya saat memberi sambutan pembukaan acara.

Hery menuturkan penyelenggarakan talkshow bisnis di ITS juga didasarkan fakta hubungan teknologi dengan dunia usaha sangat erat. Terlebih di era perusahaan cepat dunia saat ini, valuasi perusahaan teknologi yang baru bisa menyaingi nilai perusahaan lama.

"Perusahaan konvensial, dan kolonial mudah dilewati dengan gojek dan traveloka," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
entrepreneur, bisnis indonesia

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup