Pertumbuhan Kafe Berbasis Kopi Jatim Mencapai 18 Persen Setahun

Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur menyebut tren pertumbuhan kafe berbasis kopi meningkat 16 persen - 18 persen seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  23:34 WIB
Pertumbuhan Kafe Berbasis Kopi Jatim Mencapai 18 Persen Setahun
Seorang wanita sedang menikmati secangkir kopi. - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur menyebut tren pertumbuhan kafe berbasis kopi meningkat 16 persen - 18 persen seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan.

Ketua Apkrindo Jatim Tjahjono Haryono mengatakan geliat coffee shop di Surabaya bukan hanya di segmen atas dengan harga rerata Rp30.000-Rp70.000 an/gelas, tetapi juga segmen menengah ke bawah dengan harga dibawah Rp30.000 an.

"Di segmen menengah ke bawah bisa dilihat dari banyaknya kedai-kedai kopi kekinian yang menghadirkan inovasi menu-menu kopi yang unik dengan berbagai campuran, misalnya seperti kopi Janji Jiwa, kopi Kenangan, dan Pesenkopi," katanya dalam rilis, Selasa (1/10/2019).

Dia mengatakan potensi industri kafe kopi di Jatim ke depan masih sangat besar, lantaran didukung oleh pasar sekaligus bahan baku kopi yang bisa didapat dari sentra kopi Jatim, seperti Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Di segmen kopi original yang diseduh dengan berbagai macam cara, kata Tjahjono, juga semakin dilirik oleh para penggemar kopi. Namun begitu, persaingan industri kafe kopi yang sangat ketat perlu diimbangi dengan inovasi agar mampu menarik pengunjung.

"Pelaku usaha harus terus berinovasi dalam coffee shopnya karena bukan tidak mungkin suatu saat nanti pasar akan jenuh, dan berdampak pada eksistensi bisnis kopi itu sendiri, lalu pelan-pelan kafe kopi berguguran," katanya.

Owner TGC Coffee Roasery and Retalier, Daniel Ko mengatakan setiap kedai kopi harus memiliki sesuatu konsep yang khas untuk disuguhkan kepada konsumen agar mereka tidak mudah pergi dan beralih ke kedai lainnya.

"Seperti yang kami lakukan, di TGC Coffee menghadirkan konsep manual brew, di mana pengunjung bisa langsung melihat proses penyeduhan kopi sekaligus belajar menyeduh dengan berbagai metode," jelasnya.

Adapun TGC Coffee saat ini telah memiliki 3 cabang, yakni di Loop Surabaya Barat, Bali dan di pusat Kota Surabaya tepatnya di Jl. Basuki Rahmat yang baru diresmikan pada 1 Oktober 2019.

Kedai TGC Coffee Basuki Rahmat ini pun menghadirkan lebih dari 70 varian biji kopi yang 100 persen merupakan jenis Arabika. Sebanyak 85 persen yang dijual merupakan kopi nusantara dan 15 persen merupakan kopi impor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi, jatim

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup