Jatim Siapkan Poros Industri Baru

Wilayah potensi untuk investasi di sektor industri yakni di luar ring 1 yang saat ini sudah hampir terkoneksi dengan infrastruktur jalan tol.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 September 2019  |  18:29 WIB
Jatim Siapkan Poros Industri Baru
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur fokus membuka poros-poros industri baru di sejumlah wilayah potensial untuk menggenjot kinerja investasi dalam 5 tahun ke depan sekaligus untuk mengejar pertumbuhan ekonomi.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan wilayah potensi untuk investasi di sektor industri yakni di luar ring 1 yang saat ini sudah hampir terkoneksi dengan infrastruktur jalan tol.

“Kami ingin buka poros-poros industri baru, seperti Kertosono, Madiun, Ponorogo yang memang saat ini masih macet dan itu menjadi PR kami, tapi jalan-jalan ini juga sudah ada rencana untuk konek dengan bandara yang sedang dibangun di Kediri, maka ini jadi akses poros baru,” jelasnya saat Seminar Nasional bertajuk East Java Investment : Gaining Momentum Amidst The Stable Outlook, Kamis (12/9/2019).

Dia mengakui sebanyak 50% ekonomi Jatim saat ini ada di Ring 1 (Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Gresik). Namun menurutnya, hal itu justru dianggap masih ada ruang untuk pengembangan sektor industri Jatim yakni di sisi barat dan selatan, dan juga di Madura.

“Dari pengembangan poros industri ini, kami coba atasi apa saja hambatan-hambatan investasi di daerah-daerah ini, termasuk soal ketersediaan sumber daya manusia,” imbuhnya.

Emil menambahkan, saat ini Pemprov Jatim juga sedang fokus mengoptimalkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) secara intensif latihan 3 bulan untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja.

“Selama pelatihan itu, kita bisa sisihkan mana yang etos kerjanya bagus sehingga lulusan BLK ini kita tawarkan ke perusahaan baik dari soft skill dan hard skillnya,” imbuhnya.

Dalam paparan Emil, realisasi investasi di Jatim sampai semester I/2019 ini secara total mencapai Rp32,05 triliun, sebanyak Rp6,56 triliun merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp25,50 triliun merupakan PMDN.

“Pada semester I ini, investasi yang memanfaatkan Online Single Submission (OSS) sudah sebanyak Rp10,34 triliun, yakni nilai investasi mulai Rp50 juta sampai Rp500 juta,” katanya.

Dari total realisasi investasi semester I tersebut, ada 5 negara terbanyak yang melakukan investasi di Jatim di antaranyaSingapura, Jepang, Inggris, Belanda dan Malaysia.

Direktur Pengembangan Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Alma Karma mengatakan, saat ini ada sektor usaha yang sedang naik daun di antaranya adalah pariwisata dan lifestyle.

“Jumlah kenaikan kelas menengah di Indonesia 9 juta oang per tahun. Nah, sebenarnya kita bisa menangkap peluang ini untuk berinvestasi,” katanya.

Namun begitu, lanjutnya, untuk menggerakkan investasi daerah, pemerintah daerah harus setiap saat melakukan update informasi terkait peluang di setiap sektor misalnya seperti informasi ketersediaan lahan, proses izin dan lainnya.

“Pernah suatu kali datang 1 investor dari Korea, tapi begitu melihat lokasi ternyata tidak seusai harapan mereka. Nah kita perlu update terus investasi di daerah, karena mereka (investor) selalu baca data sebelum datang,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan industri, jawa timur

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top