Kampung Heritage : Kayutangan Diharapkan Jadi Magnet Pemikat Wisatawan

Kampung Heritage Kayutangan yang berada di Kota Malang diharapkan dapat menjadi magnet  pemikat wisatawan, baik nusantara maupun  mancanegara yang ingin menikmati suasana kampung tempoe doelo warisan arsitektur kolonial Belanda.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  23:35 WIB
Kampung Heritage : Kayutangan Diharapkan Jadi Magnet Pemikat Wisatawan
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kanan) bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berpakaian tempoe doeloe pada peresmian Kampung Heritage Kayutangan, Jumat (30/8/2019). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG—Kampung Heritage Kayutangan yang berada di Kota Malang diharapkan dapat menjadi magnet  pemikat wisatawan, baik nusantara maupun  mancanegara yang ingin menikmati suasana kampung tempoe doelo warisan arsitektur kolonial Belanda.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan pemilihan kampung Kayutangan, kini Jl Basuki Rakhmat, sebagai kampung heritage karena di kawasan ini masih terdapat bangunan kuno peninggalan masa lalu, era kolonial Belanda.

“Hal ini menjadi daya tarik dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif yang sedang digenjot oleh Pemkot Malang,” katanya saat meresmikan Kampung Heritage Kayutangan di Malang, Jumat (30/8/2019).

Posisi Kampung Heritage Kayutangan penting bagi Malang dan sekitarnya karena di masa Kolonial Belanda menjadi pusat pemerintahan. Dengan begitu, kawasan ini layak pula disebut ibu kota Heritage karena posisinya.

Selain sektor ekonomi kreatif seperti kuliner tempoe doeloe dan hasil kerajinan, lanjut Sutiaji, peresmian Kampung Heritage juga meningkatkan sektor pariwisata dan diharapkan mampu menarik wisatawan baik dari mancanegara maupun sektor domestik.

Momentum revitalisasi kampung tersebut menjadi Kampung Heritage Kayutangan penting karena ke depan Bandara Abdurahaman Saleh akan ditingkatkan menjadi bandara internasional, sehingga kawasan  tersebut berpotensi menjadi tujuan wisata internasional.

Tahun depan kawasan  Jalan Kayutangan akan dibuat satu arah untuk  memudahkan dan membuat wisatawan nyaman menikmati lokasi tersebut. 

“Mediannya kami  geser  dan kami lebarkan trotoar untuk space pejalan kaki,” ungkap Sutiaji.

Peresmian kawasan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Beberapa tamu undangan mengenakan pakaian khas Malang tempoe doloe. Hal ini makin menguatkan kesan heritage yang ingin ditampilkan dalam kawasan tersebut.

Sebelum sampai di kawasan Kayutangan, Wali Kota Malang beserta rombongan berkumpul di Balai Kota Malang dan berjalan menuju lokasi dengan menggunakan mobil jeep Willys kuno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, malang

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top