Sosok Perampok Toko Emas Magetan, Ini Kata Tetangga

Tim kepolisian dari Densus 88 dan Brimob menemukan sejumlah senjata tajam berupa tombak, panah, dan senjata laras panjang.
Abdul Jalil
Abdul Jalil - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  14:53 WIB
Sosok Perampok Toko Emas Magetan, Ini Kata Tetangga
Rumah pelaku perampokan toko emas di Magetan.

Bisnis.com, MADIUN — Tim kepolisian dari Densus 88 dan Brimob menemukan sejumlah senjata tajam berupa tombak, panah, dan senjata laras panjang di rumah pribadi pelaku perampokan toko emas di Magetan.

Selain itu, polisi juga menemukan puluhan keping CD di dalam rumahnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Petugas kepolisian menggeledah rumah Yunus, pelaku perampokan toko emas, di RT 08 B/RW 003, Desa Sukolilo sekitar dua jam. Dari penggeledahan itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti.

Pengambilan barang bukti dari rumah pelaku itu disaksikan oleh Ketua RT 08 B/RW 003, Desa Sukolilo, Sumantri, 55.

Sumantri menuturkan tadi polisi membawa senjata tajam berupa tombak, panah, senjata laras panjang, kabel rakitan, dan puluhan keping CD. Mengenai isi CD tersebut, ia mengaku tidak mengetahui isi dari CD itu.

"Tadi tombaknya ada satu. Anak panahnya banyak," ujarnya seusai menyaksikan pengambilan barang bukti oleh petugas.

Dia menuturkan Yunus tinggal di rumah itu bersama istri dan dua anaknya. Tetapi, saat ini keluarganya tidak terlihat di rumah.

"Istrinya tidak ada. Anaknya juga tidak ada. Mungkin di rumah neneknya," ujarnya.

Dia mengaku kaget saat mengetahui tetangganya itu menjadi pelaku perampokan toko emas di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Sabtu siang. Karena pelaku selama ini dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan agamis.

"Saya kaget saat melihat videonya [video saat pelaku dipukuli seusai merampok toko emas di Barat, Magetan]. Soalnya dia kan selama ini terlihat agamis. Saat keluar rumah sering pakai peci dan surban," katanya.

Dia menuturkan pelaku tinggal di Desa Sukolilo sekitar sepuluh tahun lalu. Rumahnya bersampingan dengan rumah mertuanya.

Selama tinggal di Desa Sukolilo, kata Sumantri, pelaku memang jarang bergaul dengan masyarakat. Pelaku juga tidak pernah ikut kegiatan sosial di kampung. Bahkan saat ada kegiatan rapat RT, pelaku juga tidak pernah datang.

"Diundang kenduren juga tidak pernah datang. Tapi kalau diundang mantenan, dia datang. Saya sendiri jarang berkomunikasi dengannya," kata dia.

Untuk kegiatan hariannya, yang dia tahu, palaku setiap hari mengantar anaknya berangkat sekolah. Setelah itu mengantar istrinya berjualan di Pasar Sumur Tiban.

Usai mengantar istrinya itu, biasanya pelaku langsung pulang ke rumah dan berada di dalam rumah. Mengenai pekerjaannya, ia tidak mengetahui secara pasti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teroris

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top