Petrokimia Gresik Ekspor Urea ke India 45.000 Ton

Peningkatan kapasitas produksi ini terjadi sejak pabrik Amoniak-Urea II beroperasi pada 2018.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  07:35 WIB
Petrokimia Gresik Ekspor Urea ke India 45.000 Ton
Petugas memantau proses pengisian pupuk ke dalam kapal. Ilustrasi. - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, SURABAYA – PT Petrokimia Gresik (PG) kembali ekspor pupuk Urea ke India sebanyak 45.000 ton yang merupakan bagian dari rencana meningkatkan kinerja ekspor sebesar 230.000 ton hingga akhir tahun.

Direktur Utama PG Rahmad Pribadi mengatakan kapasitas produksi pupuk Urea Petrokimia Gresik saat ini sudah mencapai 1 juta ton/tahun, meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya mampu berproduksi 460.000 ton.

“Peningkatan kapasitas produksi ini terjadi sejak pabrik Amoniak-Urea II beroperasi pada 2018 sehingga masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, termasuk prioritas kebutuhan dalam negeri,” jelasnya dalam rilis, Kamis (1/8/2019).

Menurut Rahmad, penguatan pasar ekspor pupuk ini juga sejalan dengan komitmen PG dalam mendukung pemerintah untuk menjaga neraca perdagangan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, lanjutnya, capaian kinerja ekspor ini merupakan prestasi perseroan yang sangat bersejarah mengingat selama ini Petrokimia Gresik dikenal sebagai produsen pupuk NPK terlengkap.

“Di tengah tingginya pasokan Urea dan rendahnya harga Urea di pasar internasional, ternyata Petrokimia Gresik juga mampu bersaing di pasar Urea baik dalam negeri dan internasional,” imbuhnya.

Adapun ekspor pupuk Urea ke India ini telah dikapalkan di dermaga utama PG Gresik pada 1 Agustus 2019. Dengan begitu, hingga Agustus 2019 kuantum ekspor PG untuk Urea telah mencapai 202.000 ton, pupuk NPS 80.800 ton, dan pupuk ZK 3.350 ton.

Ketiga jenis pupuk ini telah diekspor ke sejumlah negara, seperti India, Sri Lanka, China, Filipina, dan sejumlah negara lainnya di Asia dan Afrika.

Rahmad menambahkan, saat ini PG juga sedang menjalankan program transformasi bisnis untuk mewujudkan diri sebagai produsen pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri.

“Salah satu inisiasi dalam program ini adalah melakukan penetrasi pasar pupuk komersil, baik di pasar domestik maupun mancanegara,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
petrokimia

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top