Adiputro Lirik Ekspor Bus ke Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika

PT Adiputro Wirasejati, perusahaan karoseri di Malang, melirik untuk mengekspor bus ke beberapa negara di Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, dan Amerika Latin.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 26 April 2019  |  18:21 WIB
Adiputro Lirik Ekspor Bus ke Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika
Direktur PT Adiputro Wirasejati David Jethrokusumo (kiri) tengah menerima fasilitas KITE yang disampaikan Kakanwil DJBC Jatim II Agus Hermawan (kanan) di Malang, 9 April lalu. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG—PT Adiputro Wirasejati, perusahaan karoseri di Malang, melirik untuk mengekspor bus ke beberapa negara di Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, dan Amerika Latin.

Direktur PT Adiputro Wirasejati David Jethrokusumo mengatakan potensi pasar bus di negara-negara tersebut sangat besar. Begitu juga potensi penerimaan devisanya.

“Itu hasil pembicaraan dengan buyer di sana,” katanya dihubungi di Malang, Jumat (26/4/2019).

Rencana ekspor bus ke negara-negara tersebut, semuanya dalam tahap pembicaraan dan negosiasi . Problemnya dari sisi bentuk kendaraan karena kebanyakan negara-negara tujuan ekspor tersebut menggunakan setir kiri.

Masing-masing negara tujuan ekspor ada preferansi jenis-jenis chasis dan merknya. Termasuk dinegosisasikan juga harga dan juga masalah pengadaan chassisnya. Masalah shipment, baik chasis masuk Indonesia ataupun nantinya dikirim ke negara tujuan ekspor masalah yang masih dinegosiasikan.

“Jadi ya kami harus membuka jalur diskusi ke semua ATPM,” katanya.

Oleh karena itulah, pihaknya juga masih melakukan pembicaraan dengan ATPM-ATPM dalam negeri luar negeri terkait dengan pengadaan chasis dengan setir sebelah kiri. Jenis bus yang dibutuhkan, ada yang dengan ukuran 12 meter ke atas, ada juga yang medium bus dengan ukuran 8 meter.

Dia masih belum mengetahui secara persis, kebutuhan bus sebanyak diperuntukkan untuk apa. Namun informasi sementara, bus tersebut untuk kebutuhan untuk angkutan massal antarkota dan pariwisata.

Meski begitu, dia optimistis, menjelang akhir tahun sudah ada titik terang dan Adiputro sudah dapat memulai memproduksi bus. Namun untuk tahap awal, diprediksikan produksi bus untuk ekspor dalam jumlah kecil karena merupakan produk contoh.

Jika buyer sudah cocok, maka bisa digenjot produksi sesuai dengan jumlah kontrak yang disepakati.

Adapun dalam perkembangan lain, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jatim II menerbitkan izin pengguna Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) yang pertama di wilayah kantor tersebut kepada PT. Adiputro Wirasejati, 9 April lalu.

Kakanwil DJBC Jatim II Agus Hermawan mengatakan pemberian fasilitas itu untuk mendorong peningkatan ekspor nasional. Fasilitas KITE diberikan untuk memfasilitasi perdagangan dan Industri. Dengan Fasilitas ini, dia berharap PT. Adiputro Wirasejati dapat merealisasikan ekspor bus ke manca negara.

Perusahaan KITE pertama yang izinnya diterbitkan oleh Kanwil BC Jatim II. “Kami akan terus melakukan penggalian potensi kepada perusahaan-perusahaan lain agar segera memanfaatkan Fasilitas yang diberikan oleh DJBC,” katanya dalam keterangan resminya.

Fasilitas KITE ini adalah salah satu fasilitas yang memberikan kemudahan dalam melakukan importasi bahan baku industri dengan memberikan pembebasan/pengembalian Bea Masuk dan PPN/PPNBM tidak dipungut.

Selain Fasilitas KITE, DJBC juga menawarkan berbagai fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri, yakni tempat penimbunan berikat, gudang berikat, dan pusat logistik berikat. (k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malang, Adiputro Wirasejati, Industri Karoseri

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup