Pemkot Malang Segera Bangun Rumah Kreatif Kembangkan Start-Up

Pemkot Malang akan membangun Rumah Kreatif pada 2020 untuk mendorong pengembangan start-up di kota tersebut.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  06:12 WIB
Pemkot Malang Segera Bangun Rumah Kreatif Kembangkan Start-Up
Wali Kota Malang Sutiaji pada Pembukaan Workshop Pelaku Ekonomi Kreatif dan Pameran 8 Sub Sektor Ekonomi Kreatif di Malang, Rabu (20/2/2019). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Pemkot Malang akan membangun Rumah Kreatif pada 2020 untuk mendorong pengembangan start-up di kota tersebut.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan dengan adanya Rumah Kreatif maka kaum milenial yang memulai usaha dapat belajar di sana agar usahanya dapat terwujud. Begitu juga pelaku start-up, dapat lebih mengembangkan usaha dengan adanya fasilitas tersebut.

“Rumah Kreatif bertujuan untuk menampung aspirasi kaum milenial yang akan mendirikan usaha maupun dan start-up untuk berkreasi dan mewujudkan ide-ide di pikirannya,” katanya pada Pembukaan Workshop Pelaku Ekonomi Kreatif dan Pameran 8 Sub Sektor Ekonomi Kreatif di Malang, Rabu (20/2/2019).

Dia menilai, saat ini dan ke depan kaum milenial akan sangat berpengaruh besar pada kehidupan bangsa Indonesia. Terkait dengan berkembangan teknologi digital, maka semua industri di Kota Malang mestinya mengantisipasi dengan memanfaatkan teknologi tersebut agar lebih efisien dan dapat bersaing di tingkat global.

Workshop Pembinaan & Pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif diikuti oleh 100 peserta, sedangkan Pameran atau Pasar Kreatif diikuti 41 peserta dari 8 sub sektor Ekonomi Kreatif yang terdiri atas produk fashion, kria, kuliner, musik, seni pertunjukan dan film, seni rupa, fotografi, animasi gerak.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan kegiatan ini secara rutin dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk ekonomi kreatif, memberi kesempatan promosi produk ekonomi kreatif dan meningkatkan penjualan produk ekonomi kreatif kepada masyarakat.

“Kegiatan ini akan kita lakukan secara terus menerus dan berkelanjutan sebagai upaya melihat peluang agar bisa eksis dalam pesaingan secara kuat dibidang digital. Dengan di era digital peluang harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana promosi agar mengahsilkan keuntungan,” ucapnya.

Sutiaji juga menegaskan, tahun ini Kayutangan direalisasikan menjadi kawasan heritage yang berbasis teknologi informasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malang

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top