Aktivitas G. Bromo Terkini, Status Waspada, Ini Jarak Aman Wisatawan

Informasi adanya erupsi G. Bromo yang santer dua hari terakhir dipastikan tidak menyebabkan adanya pembatasan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  11:25 WIB
Aktivitas G. Bromo Terkini, Status Waspada, Ini Jarak Aman Wisatawan
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit di Gunung Bromo, Jawa Timur, Rabu (26/4). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, MALANG – Informasi adanya erupsi G. Bromo yang santer dua hari terakhir dipastikan tidak menyebabkan adanya pembatasan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

Otoritas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjelaskan wisatawan tetap bisa berkunjung dan tetap harus waspadai terhadap aktivitas G. Bromo. Namun demikian pelancong harus berada dalam jarak aman 1 kilometer dari kawah.

Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kenedie menjelaskan aktivitas G. Bromo berada di level II atau tingkat waspada.

"Masyarakat dan pengunjung diimbau tetap tenang, dan mematuhi semua arahan dari petugas TNBTS dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)," jelasnya melalui keterangan resmi, Rabu (20/2/2019).

Kantor berita Antara, Selasa (19/2/2019) melaporkan, aktivitas warga Suku Tengger di lereng Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh dengan aktivitas vulkanik gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl) itu pada Selasa.

"Memang hujan abu vulkanik sangat tipis dirasakan warga lereng Bromo di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Sukapura pada Senin (18/2) malam, namun hal tersebut sudah biasa dialami oleh masyarakat dan tidak mempengaruhi aktivitas sehari-hari," kata Camat Sukapura Yulius Christian di Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya aktivitas warga berjalan normal, seperti biasanya, sehingga warga yang biasa berkebun tetap pergi ke kebun sayurannya dan warga yang menjalankan ibadah di pura tetap melaksanakan seperti hari-hari biasanya, sehingga tidak berdampak bagi aktivitas warga Tengger.

Adapun di Malang dilaporkan arus lalu lintas penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh, di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh dengan aktivitas yang terjadi di Gunung Bromo.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Bandara Abdulrachman Saleh Suharno mengatakan bahwa, aktivitas yang terjadi di Gunung Bromo tidak mempengaruhi penerbangan dari dan keluar wilayah Kota Malang.

"Alhamdulillah, Bandara Abdulrachman Saleh beroperasi normal. Aktivitas Gunung Bromo tidak mempengaruhi bandara," kata Selasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung bromo

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top