Dua Periode Pimpin Jatim, Ini Pesan Pamit Pakde Karwo - Gus Ipul dan Doa untuk Khofifah-Emil Dardak

Sepuluh tahun bukanlah waktu singkat bagi Soekarwo dan Saifullah Yusuf menjalani dua periode pemerintahan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  15:25 WIB
Dua Periode Pimpin Jatim, Ini Pesan Pamit Pakde Karwo - Gus Ipul dan Doa untuk Khofifah-Emil Dardak
Soekarwo (kiri) bersama Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Emil Elestianto Dardak (kedua kanan) saat pasangan Khofifah-Emil Dardak mendaftar sebagai Cagub-Cawagub Jawa Timur di kantor KPU Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/1/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA — Sepuluh tahun bukanlah waktu singkat bagi Soekarwo dan Saifullah Yusuf menjalani dua periode pemerintahan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Kini, menjelang pelantikan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpilih, Rabu (13/2/2019) sore, Pakde Karwo dan Gus Ipul akhirnya mesti mengungkapkan salam perpisahan.

“Mohon pamit, nanti Ibu Khofifah dan Mas Emil yang akan melanjutkan kapal menuju pelabuhan yang diidamkan masyarakat Jatim. Saya pribadi dan atas nama keluarga mohon maaf lahir batin. Di mana dalam kehidupan ini yang maksudnya baik belum tentu juga penerimaan atau pelaksanannya juga baik," ujar Pakde Karwo dalam keterangan resminya, Rabu (13/2/2019).

Pakde Karwo mengaku banyak kenangan manis dan prestasi, baik tingkat nasional maupun internasional yang berhasil diraih Jawa Timur dalam sepuluh tahun terakhir. Keberhasilan itu tidak lepas dari kompaknya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Jatim.

“Saya berharap kekompakan tetap terjaga, dan Jawa Timur harus selalu maju membangun dan melayani masyarakat," tambah Pakde Karwo.

Menurut pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 16 Juni 1950 ini, rakyat Jatim adalah masyarakat yang sangat matang terhadap demokrasi, sangat terbuka dengan dilandasi basis budaya dan spiritual, dan sanggup menjadi cerminan atau miniatur Indonesia yang setia terhadap Pancasila dan UUD 1945, NKRI, dan kebhinekaan. 

Oleh sebab itu, Pakde Karwo menyampaikan rasa syukurnya bisa mengabdikan diri di provinsi ujung timur Pulau Jawa ini selama kurun waktu 40 tahun. Baik sebagai birokrat maupun saat memimpin Jatim sebagai kepala daerah.

"Saya bersyukur telah berada di lembaga ini selama 40 tahun, sejak menjadi staf, hingga jenjang karir sebagai Sekdaprov, dan dipercaya oleh masyarakat Jatim menjadi kepala daerah," ungkap Pakde Karwo.

Sementara itu, Gus Ipul dalam akun Instagram pribadinya, tampak begitu menikmati hari-hari terakhirnya sebagai Wakil Gubernur.

Sejak Rabu (30/1/2019), mantan Ketua Umum GP Ansor dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal RI era Presiden SBY ini tampak membereskan meja kerjanya, menurunkan foto-foto pribadinya di dinding, mengumpulkannya dalam sebuah kardus, dan mengangkatnya ke luar sembari tersenyum.

Pada Selasa (12/2/2019) malam Gus Ipul mengadakan acara salawatan di kediamannya sebagai ucapan syukur atas kelancaran sebagai wakil gubernur, sekaligus syukuran terpilihnya Khofifah-Emil dengan mengundang keduanya.

"Salah satu modal besar Jatim bisa berada pada posisi saat ini adalah keterbukaan dan partisipasi rakyatnya yang luar biasa," tulis Gus Ipul dalam keterangan resminya, Selasa (12/2/2019) tengah malam.

"Saya turut berdoa agar Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang dilantik, bisa melaksanakan tugas dengan baik sehingga kemakmuran masyarakat segera terwujud," tambahnya.

"Kabeh sedulur (semua saudara), kabeh makmur (semua sejahtera). Terima kasih Jawa Timur," tutup Gus Ipul yang lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 28 Agustus 1964 ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jatim, soekarwo, khofifah

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup