Bank Jatim Aktif Tingkatkan Kerja Sama Bancassurance

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) tengah aktif meningkatkan kerja sama layanan bancassurance guna menggenjot pendapatan non bunga atau fee base income.
Peni Widarti | 27 November 2018 20:47 WIB
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) R. Soeroso (tengah) berbincang dengan Direktur Tony Sudjiaryanto (dari kiri), Direktur Suudi, Direktur Rizyana Mirda, dan Direktur Hadi Santoso, menjelang paparan kinerja triwulan III tahun 2018, di Surabaya, Rabu (31/10/2018). - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) tengah aktif meningkatkan kerja sama layanan bancassurance guna menggenjot pendapatan non bunga atau fee base income.

Direktur Utama Bank Jatim R. Soeroso mengatakan perseroan memang membuka kerja sama secara luas dengan berbagai pihak asuransi untuk menawarkan asuransi kepada nasabah Bank Jatim.

"Melalui bancassurance, perbankan mendapat benefit berupa fee base income, serta punya potensi menggaet nasabah asuransi. Sebaliknya nasabah bank juga berpotensi menjadi nasabah asuransi," katanya, Selasa (27/11/2018).

Tahun ini setidaknya Bank Jatim sudah bekerja sama dengan 3 perusahaan asuransi di antaranya PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG dan PT Equity Life Indonesia.

Melalui Unit Usaha Syariah Bank Jatim, pada 14 November lalu juga berkolaborasi dengan Sinarmas meluncurkan dua produk bancassurance syariah, yaitu SMiLe Premium Link Syariah dan Jempol Link Syariah.

Kedua produk ini menghadirkan perlindungan, pertanggungan jiwa sekaligus fitur investasi optimal berbasis syariah dalam merencanakan masa depan lebih baik.

"Melalui SMiLe Premium Link Syariah dan Jempol Link Syariah, kami yakin nasabah Bank Jatim Syariah akan mendapatkan manfaat proteksi dan nilai investasi yang sangat maksimal," ujar Soeroso.

Adapun Bank Jatim mencatatkan realisasi penjualan premi bancassurance sejak 2017 hingga September 2018 yakni dengan Jiwasraya sudah mencapai Rp4,45 miliar sehingga Bank Jatim telah memperoleh fee base income dari bancassurance sekitar Rp53,4 juta.

Sedangkan penjualan asuransi Sinarmas pada periode tersebut sudah mencapai Rp14 miliar dan berhasil memperoleh fee base income sebesar Rp1,6 miliar. Sementara target fee base income dari Equity diperkirakan sekitar Rp7 miliar/tahun.

"Saat ini kontribusi fee base income kami masih sekitar 15% dari total pendapatan. Dengan banyakanya kerja sama bancassurance diharapkan bisa meningkat menjadi 25%," imbuh Soeroso.

Tag : bank jatim
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top