GEMPA PALU, 160 Pengungsi Tiba di Bandara Juanda

Oleh: Newswire 04 Oktober 2018 | 10:08 WIB
GEMPA PALU, 160 Pengungsi Tiba di Bandara Juanda
Personel TNI menandu korban luka bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah setibanya di Base Ops Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (4/10). Sekitar 170 orang penyintas gempa dan tsunami Palu-Donggala asal Jawa Timur tiba menggunakan pesawat hercules./Antara-Umarul Faruq

Bisnis.com, SURABAYA – Sekitar 160 orang pengungsi korban bencana alam gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah dan 15 orang kru pesawat TNI AU tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu malam.

Kedatangan pengungsi tersebut disambut oleh Kasrem 084/BJ Letkol (Arm) Aprianko Susesno, Komandan Kodim 0816 Sidoarjo Letkol (Kav) Arief Cahyo Widodo, serta Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin.

"Para pengungsi ini akan kami perhatikan semaksimal mungkin supaya bisa segera bertemu dengan keluarganya," kata Dandim 0816 Sidoarjo Arief Cahyo Widodo.

Ia mengemukakan, dengan sinergi satuan TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pihaknya akan memfasilitasi kebutuhan apa yang diperlukan oleh para pengungsi.

"Mulai dari kesehatan, logistik dan sarana prasarana tempat tidur dan lainnya, sehingga para pengungsi dapat aman dan nyaman tanpa rasa takut untuk segera kembali kepada keluarganya," ucapnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, para pengungsi itu tiba di Bandara Internasional Juanda dengan mengunakan pesawat Hercules A 1337 milik TNI AU.

Terdapat dua orang pengungsi yang mengalami patah tulang dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo untuk segera mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, sebanyak 54 orang pengungsi dijemput oleh keluarganya dan sebanyak 99 orang pengungsi lainnya diangkut mengunakan truk menuju ke Terminal Surabaya untuk menuju ke rumah saudaranya.

Sedangkan sekitar 20 orang pengungsi yang masih tersisa ditampung di mess Bhasakara Jaya Juanda sambil menunggu dijemput oleh pihak keluarganya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB.

Pusat gempa berkedalaman 10 kilometer itu berada pada 27 kilometer Timur Laut Donggala.

BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status Siaga (tinggi potensi tsunami 0,5 meter hingga tiga meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada (tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat.

BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami sejak Jumat (28/9) pukul 17.36 WIB.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya