Hipmi Jatim Garap Proyek Percontohan 10 Pesantren

Oleh: Peni Widarti 13 April 2018 | 07:26 WIB
Hipmi Jatim Garap Proyek Percontohan 10 Pesantren
Ilustrasi kegiatan pesantren./Antara

Bisnis.com, SURABAYA -- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Timur (Jatim) mulai menjalankan program pesantrenpreneur yang diawali dengan proyek percontohan di 10 pondok pesantren.

Ketua Dewan Kehormatan Hipmi Jatim Muhammad Ali Affandi mengatakan langkah awal program tersebut adalah dibukanya gerai produk-produk yang dihasilkan para santri yakni Ummat Mart di 10 pondok pesantren tersebut.

"Saat ini, kami bersama tim sedang menyiapkan segala sesuatunya sebelum peluncuran Ummat Mart pada Mei 2018," ujarnya saat konferensi pers, Kamis (12/4/2018).

Ali menuturkan rencananya peluncuran Ummat Mart dipusatkan di Ponpes Bayt Al-Hikmah Pasuruan. Sementara itu, pondok pesantren lainnya berlokasi di Malang, Banyuwangi, dan Probolinggo.

Selain itu, dalam program pesantrenpreneur ini tim Hipmi akan menggelar pelatihan kewirausahaan secara berkala, termasuk pendampingan manajemen perdagangan hingga pemasaran produk-produk pesantren.

Ketua Hipmi Jatim Mufti Anam menambahkan program pesantrenpreneur tersebut bekerja sama dengan Kementerian Perdagangandan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

"Melalui kolaborasi dengan pemerintah, diharapkan bisa membuka pintu jaringan ritel modern di seluruh Indonesia. Apalagi, kalau produk-produk yang ditampilkan di ritel modern tersebut adalah hasil olahan pertanian dan perikanan," terangnya.

Mufti melanjutkan Hipmi juga akan mendorong pembiayaan yang ramah bagi usaha para santri, di antaranya fasilitasi ke bank syariah atau bank wakaf mikro yang telah dilontarkan Presiden Joko Widodo, crowdfunding (pembiayaan bersama), dan angel investor.

”Kami juga akan menggelar kompetisi perencanaan bisnis pesantren dengan hadiah modal kerja, termasuk bisa dipertemukan dengan angel investor agar santri bisa mempresentasikan prospek bisnisnya ke investor," imbuhnya.

Hipmi menilai peran pesantren akan sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim. Apalagi, jumlah pesantren yang mencapai 30.000 dengan 5 juta santri serta alumnusnya punya potensi besar untuk berkembang.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya