Tiket Kereta Api Jarak Pendek Diserbu Pemudik Arus Balik

Oleh: News Writer 30 Juni 2017 | 21:54 WIB

Bisnis.com, TULUNGAGUNG--Permintaan tiket kereta api jarak pendek seperti KA Rapih Dhoho dan KA Panataran melalui Stasiun Tulungagung meningkat seiring arus balik Lebaran dua hari terakhir.
    
"Jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi kereta api terus meningkat, di awali sejak arus mudik Lebaran lalu dan berlanjut saat arus balik beberapa hari ini," kata Kepala Stasiun Tulungagung Moerdiono, Jumat 30/6/2017).
    
Ia mengatakan peningkatan penumpang arus balik terpantau sejak Rabu (28/6) dan diprediksi mencapai puncaknya pada Sabtu (1/7 dan Minggu (2/7).
    
"Peningkatan penumpang kami prediksi mencapai 2.000 orang (jumlah keseluruhan penumpang)," katanya.
    
Menurut Moerdiono, jumlah penumpang itu sudah termasuk tiket tambahan tanpa kursi untuk pengguna jasa transportasi kereta api jarak pendek, yakni rute Tulungagung-Kediri-Kertosono-Jombang-Surabaya atau dari Tulungagung-Blitar-Malang-Surabaya.
    
Ia mengatakan, KAI melayani penjualan tiket berdiri untuk penumpang khusus kereta lokal, yakni KA Rapih Dhoho tujuan Blitar ke Surabaya melalui Kertosono-Jombang atau sebaliknya, dan KA Panataran dengan rute Surabaya-Blitar melalui Malang ataupun sebaliknya.
    
"Walaupun prediksinya besok dan Minggu. Tapi ini sudah ada peningkatan. Bahkan banyak juga yang mengambil tiket berdiri," katanya.
    
Moerdiono menjelaskan, tiket berdiri hanya dibatasi sekitar 50 persen dari tiket duduk untuk setiap kereta api lokal.
    
Baik itu KA Penataran maupun KA Rapih Dhoho. Walau berdiri, Moerdiono memastikan tidak ada perbedaan harga antara tiket berdiri dan tiket duduk, begitu juga dengan fasilitas termasuk asuransi bagi penumpang pemegang tiket berdiri.
    
"Tiket berdiri ada untuk kereta api lokal KA Penataran dan KA Rapih dhoho dengan jumlah 50 persen  dari jumlah total kursi untuk masing masing gerbong. Bahkan, Tiket berdiri ini bisa didapat langsung ketika akan melakukan perjalanan, artinya tidak perlu pemesanan jauh jauh hari seperti tiket duduk," ujarnya.
    
Moerdiono menjelaskan, kenaikan jumlah penumpang kereta ini dipicu oleh jadwal liburan yang akan berakhir.

Sumber : Antara

Editor: News Editor

Berita Terkini Lainnya