Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Manfaat Puasa untuk Mental, Ini Penjelasan Psikolog

Orang yang berpuasa terbiasa untuk menahan atau mengelola emosi. Mulai dari mengelola hal yang sifatnya biologis sampai mengelola hal yang sifatnya psikologis.
Umat muslim berbuka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (13/3/2024)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.
Umat muslim berbuka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (13/3/2024)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis.com, MALANG — Puasa tidak hanya sekadar menahan nafsu haus dan lapar, namun puasa juga berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental seseorang sehingga memiliki manfaat untuk kesehatan psikologis. 

Dosen Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Zainul Anwar, mengatakan manfaat puasa untuk kesehatan mental yakni puasa membuat emosi menjadi lebih stabil. 

“Orang yang berpuasa terbiasa untuk menahan atau mengelola emosi. Mulai dari mengelola hal yang sifatnya biologis sampai mengelola hal yang sifatnya psikologis sehingga ketika berpuasa, emosi akan lebih terkontrol dan stabil,” katanya, Sabtu (6/4/2024).

Manfaatnya terhadap psikologis lainnya yakni lebih memiliki empati. Ketika berpuasa, sebenarnya kita juga diajarkan untuk berempati. Dengan berempati, mental kita akan berkembang lebih positif dan sehat karena enggan membantu atau menolong orang lain, otomatis akan membuat psikis kita menjadi lebih bersemangat.

Selain itu, membuat mental menjadi lebih sehat khususnya terkait dengan berbagai tekanan dalam hidup. Contohnya, tekanan stres. Stres akan lebih mudah dikelola dengan berpuasa. Ada pantangan yang harus kita hindari saat berpuasa. Contohnya menggibah, yang secara psikologis itu sifatnya dapat menimbulkan stres. 

Dengan berpuasa, hal-hal tersebut sebisa mungkin kita hindari yang juga membuat kita terhindar dari stres. Keempat, berpuasa dapat menjadikan kita lebih produktif. Kelima, berpuasa dapat membuat hidup menjadi lebih teratur.

Menurut dia, tidak ada dampak negatif yang dihasilkan puasa bagi kesehatan mental seseorang. Dengan catatan, puasanya dijalankan dengan serius. Jika kita hanya sekedar puasa untuk menjalankan kewajiban, pasti kita akan lebih banyak mengeluh. Misalnya mengeluhkan hal yang sifatnya biologis, seperti lapar dan haus. Kemudian menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan.

“Padahal seharusnya saat berpuasa, kita jadi lebih produktif dan semangat. Tentunya dalam hal-hal yang bersifat positif,” jelasnya.

Jika menjadikan puasa itu sebagai beban, mungkin dapat membuat kita semakin tertekan dan stres. Namun jika mengikuti aturan puasa yang ada, maka tidak akan menimbulkan efek negatif apapun secara psikologis. Saat merasa stres saat berpuasa, maka cobalah untuk mengubah pola pikir.

“Cobalah menjalani puasa dengan perasaan yang lebih santai dan bahagia. Puasa Ramadan hanya ada sebulan dalam setahun, maka sambut dan jalankanlah perintah dari Yang Maha Kuasa ini dengan ikhlas. Insyaallah akan ada dampak dan balasan yang indah untuk kita saat atau setelah menjalankannya,” ucapnya.(K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper