Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Strategi Intiland (DLID) Memaksimalkan Insentif dan Bangun Pasar Baru

PT Intiland Development Tbk (DILD) menyiapkan sejumlah proyek guna memaksimalkan penyerapan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP).
Direktur Marketing Intiland untuk wilayah Surabaya, Harto Laksono (kanan) berbincang dengan Koordinator Marketing Spazio Tower, Rudy Hartono di Private Office - Spazio Tower Surabaya, Rabu (27/03/2024)./Bisnis-Syaharuddin Umngelo.
Direktur Marketing Intiland untuk wilayah Surabaya, Harto Laksono (kanan) berbincang dengan Koordinator Marketing Spazio Tower, Rudy Hartono di Private Office - Spazio Tower Surabaya, Rabu (27/03/2024)./Bisnis-Syaharuddin Umngelo.

Bisnis.com, SURABAYA - Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) menyiapkan sejumlah proyek guna memaksimalkan penyerapan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sekaligus menyiapkan produk baru.

Direktur Marketing Intiland untuk wilayah Surabaya, Harto Laksono, menjelaskan pasar properti residensial bakal meningkat setelah enam bulan menunggu berlalunya momen Pemilu dan libur Lebaran. "Enam bulan awal [2024] sedikit menunggu, setelah itu pasar bisa gairah kembali," jelasnya, Rabu (27/3/2024).

Proyeksi optimistis DILD tersebut berdasarkan penjualan empat bulan pertama 2024 yang menunjukkan pertumbuhan. Terutama untuk rumah tapak seharga Rp1,5 miliar. "Setiap bulan bisa 12 unit terjual, jadi hingga akhir tahun kami ngebut memaksimalkan PPN DTP," tambahnya.

Sementara di produk hunian bertingkat/apartemen, Harto Laksono menuturkan ada penjualan tetapi tidak setinggi hunian tapak. Pembeli apartemen ini juga kebanyakan pengguna, bukan investor. Sementara untuk memudahkan pengguna, DILD menawarkan unit yang dilengkapi perabot dan siap ditempati.

Strategi memudahkan konsumen juga ditempuh Intiland dalam pengembangan unit perkantoran. Produk terbaru yang ditawarkan yaitu kantor untuk pemilik bisnis yang dilabeli dengan istilah private office di Spazio Tower.

Konsep utama produk strata title yang memiliki luas 53-90 meter persegi ini yakni kantor yang bisa digunakan pemilik bisnis menjamu klien. "Didesain tidak ada back office, adanya ruang owner, ruang meeting, dan ruang sekretaris," jelasnya.

Harto Laksono menegaskan produk yang ditawarkan lengkap dengan perabot dan dibanderol Rp1,5 miliar ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan ruang bagi pebisnis. Pemilik bisnis bisa menjamu klien, rapat, dan mengendalikan bisnis di satu lokasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Miftahul Ulum
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler