Sinergi Gula Nusantara (SGN) Ekspansi Lahan Tebu di Papua dan Sulawesi

SGN pada tahun 2024 memasang target menggiling tebu sebesar 13,5 juta ton dan memproduksi gula kristal putih (GKP) sebesar 978.000 ton.
Direktur Sinergi Gula Nusantara Aris Toharisman./Ist
Direktur Sinergi Gula Nusantara Aris Toharisman./Ist

Bisnis.com, SURABAYA - Perusahaan gula milik negara, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperluas pertanaman tebu secara bertahap di Sulawesi dengan proyeksi akhir mencapai sekitar 11.000 hektare.

Aris Toharisman, Direktur SGN, menjelaskan perseroan mendapat penugasan mendukung target perluasan area tebu 179.000 hektare dan produksi gula kristal putih (GKP) 2,2 juta ton pada 2028. Sebagai bagian dari realisasi target tersebut, SGN terlibat pengembangan KEK pangan di Merauke.

"Bersama P3GI [Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia] telah memulai uji adaptasi varietas tebu unggul di sana sejak Desember 2023. Rencananya lebih dari 1 juta ha lahan di Merauke akan dijadikan kebun tebu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/2/2024).

Terkait dengan perluasan lahan tebu, SGN akan mengelola lahan hak guna usaha (HGU) eks PTPN XIV di Sulawesi. Ada 11.000 an hektare lahan akan digarap bertahap.

"Kami tunjukkan bahwa SGN bisa memperbaiki kinerja tebu di Bone, Camming dan Takalar. Protas dan rendemen harus meningkat," tegas Aris.

SGN pada tahun 2024 memasang target menggiling tebu sebesar 13,5 juta ton dan memproduksi gula kristal putih (GKP) sebesar 978.000 ton dengan kualitas SNI. Pada 2023 perseroang menggiling tebu 12,5 juta ton dengan produksi gula 754.000 ton.

Adapun rendemen tahun ini ditargetkan 7,21%. Produktivitas lahan ditargetkan 70,7 ton per hektare, meningkat dibandingkan dengan realisasi 2023 sebesar 52,5 ton per hektare.

SGN merupakan perseroan yang mengkonsolidasi 36 Pabrik Gula Perkebunan Nusantara (BUMN) yang tersebar dari Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Kapasitas pabrik saat ini 107.751 ton cane per day (TCD).

"Diharapkan seluruh pabrik gula bisa memenuhi kapasitasnya sehingga giling lebih optimal dan efisien," harap Aris.

Di sisi kinerja keuangan, SGN pada 2023 mencetak laba bersih dua digit, dengan pendapatan sebelum pajak di atas Rp1 triliun. Capaian itu jauh di atas capaian 2022 ketika pabrik gula belum dikelola SGN.

Meski optimistis capaian di tahun ini membaik, Aris mengingatkan tantangan 2024 lumayan besar. Dampak El Nino terhadap penurunan protas tebu masih akan berlanjut. "Ketidakpastian harga gula domestik, impor gula yang mulai berdatangan, serta persaingan tebu giling semakin ketat," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Miftahul Ulum
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : SGN
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper