Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pabrik Gula Rejoso Manis Targetkan Produksi 1,1 Juta Ton

Produksi tahun lalu berdampak karena iklim global, El-nino. Tahun lalu kami ada target 1,2 juta ton dan terealisasi 1,170 juta ton. Tahun ini 1,1 juta ton.
Aktivitas di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo./Ist-RMI.
Aktivitas di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo./Ist-RMI.

Bisnis.com, BLITAR - Pabrik Gula Rejoso Manis Indo di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menargetkan bisa memproduksi gula pada 2024 ini sebesar 1,1 juta ton, lebih rendah ketimbang target di 2023 yang ditargetkan 1,2 juta ton.

Manager Public and Government Relation PT. RMI - Mitr Phol Group Putut Hindaruji menjelaskan target pada 2024 ini memang diturunkan ketimbang target tahun lalu yang salah satunya karena masalah cuaca.

"Produksi tahun lalu berdampak karena iklim global, El-nino. Tahun lalu kami ada target 1,2 juta ton dan terealisasi 1,170 juta ton. Tahun ini 1,1 juta ton, mengingat cuaca berkepanjangan," katanya di Blitar, Selasa (30/1/2024).

Ia mengatakan perusahaan juga sudah membuat berbagai macam program sehingga produksi tebu petani bisa maksimal. Namun, praktik di lapangan juga cukup memerlukan perjuangan.

Tanaman tebu petani juga mengalami penurunan produksi sekitar 20 persen. Sehingga, petani juga memaksimalkan panen yang ada.

Menurut dia, kebutuhan gula hingga kini masih cukup tinggi. PT RMI salah satu pabrik gula yang juga menyokong kebutuhan nasional gula, sehingga perusahaan juga tetap berupaya keras agar capaian produksi bisa terealisasi.

Produksi gula di PT RMI berasal dari 25 zona yang tersebar di Blitar, Malang, dan Kediri. Dari para petani tebu itu, sekitar 50 persen tebu tetap berasal dari petani di Blitar.

Selain itu, rendemen yang dihasilkan pabrik gula PT RMI juga cukup bagus. Target rendemen pada 2023 sebesar 7,92 persen atau turun dibandingkan target 2022 yang 8,2 persen, namun meningkat dibandingkan realisasi 2022 yang 7,48 persen. Realisasi rendemen pada 2022 itu disebabkan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga mempengaruhi jumlah rendemen tebu.

Meskipun angka rendemen turun di tahun 2022, ia mengatakan perusahaan masih menduduki peringkat pertama di antara pabrik gula se-Jawa dan berada di peringkat empat se-Indonesia.

Dengan capaian rendemen sebelumnya, diharapkan target dari perusahaan bisa terealisasi, terlebih lagi adanya sinergi dari berbagai pihak.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper