Pemkot Malang Waspadai Pemilu dan Imlek Dongkrak Inflasi

Pemkot Malang mewaspadai momentum Pemilu dan Imlek akan dapat mendongkrak inflasi sehingga perlu diantisipasi.
Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (tengah), bersama Kepala Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi (dua dari kiri), dan  Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina, melakukan penandatanganan MoU terkait penanganan inflasi, Selasa (30/1/2024)./Istimewa
Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (tengah), bersama Kepala Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi (dua dari kiri), dan  Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina, melakukan penandatanganan MoU terkait penanganan inflasi, Selasa (30/1/2024)./Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Pemkot Malang mewaspadai momentum Pemilu dan Imlek akan dapat mendongkrak inflasi sehingga perlu diantisipasi.

Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan kondisi inflasi di Kota Malang relatif terkendali dengan baik. Ini tak luput dari upaya dan antisipasi yang dilakukan sehingga mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan sehingga tidak berpengaruh pada tingkat inflasi.

“Pencapaian inflasi Kota Malang masih lebih rendah bila dibandingkan dengan Provinsi Jawa Timur dan nasional,” katanya pada High Level Meeting (HLM) bersama TPID Kota Malang, Selasa (30/1/2024).

Untuk itulah, dia berharap, konsistensi upaya ini terus dilakukan khususnya dalam menghadapi dua momen besar, yaitu Imlek dan Pemilu yang akan digelar Februari mendatang.

Dia tidak memungkiri selalu ada potensi dan kecenderungan kenaikan inflasi yang bersamaan dengan event-event besar yang ditimbulkan oleh reaksi pasar.

"Perlu kita ketahui, sejauh ini tingkat inflasi cenderung stabil dan mampu kita kendalikan dengan baik. Tentu ini tidak lepas dari upaya yang dilakukan bersama bahkan inflasi kita lebih rendah dibanding provinsi dan nasional. Tetapi kita tahu ada potensi, ada kecenderungan reaksi pasar dalam menghadapi perayaan besar, ini yang harus kita antisipasi khususnya dalam menjaga inflasi yang sudah baik ini,"jelasnya.

Menurut dia, yang menjadi perhatian bukan lagi cabai, tetapi beras, daging sapi dan jagung. Dirinya juga sudah komunikasi dengan Bulog terkait dengan beras serta menginstruksikan Perumda Tunas lewat optimalisasi kerja sama antardaerah untuk daging sapi dan jagung.

"Fokusnya nanti bukan lagi cabai, tetapi komoditi beras, daging sapi dan jagung. Nanti kita optimalkan beras SPHP di Kecamatan Klojen dan Blimbing. Kita juga upayakan kerjasama dengan daerah penghasil daging dan jagung, jadi bisa kita beli untuk mencukupi kebutuhan disini,selain itu kita juga bisa optimalkan warung tekan inflasi mbois Ilakes," ucapnya. (K24)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper