Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BPJS Ketenagakerjaan Situbondo Bakal Sasar Kepesertaan Segmen UMKM

BPJS TK Situbondo membayarkan klaim untuk jaminan kematian 179 peserta dengan total Rp3,159 miliar pada 2023.
Karyawan melintas di dekat logo BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek di Jakarta./Bisnis-Himawan L Nugraha.
Karyawan melintas di dekat logo BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek di Jakarta./Bisnis-Himawan L Nugraha.

Bisnis.com, SITUBONDO - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Situbondo, Jawa Timur, telah membayarkan klaim untuk jaminan kematian 179 peserta dengan total Rp3,159 miliar dari berbagai macam unsur sepanjang 2023.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Situbondo Herry Yudisthira di Situbondo, Jumat (26/1/2024), menyebutkan peserta klaim jaminan kematian pada 2023, antara lain dari industri 20 orang, energi telekomunikasi 10 orang, dan paling besar dari sektor perdagangan serta jasa 77 orang dan lainnya.

Klaim jaminan hari tua yang dibayarkan selama 2023 tercatat 3.287 kasus dan jaminan kecelakaan kerja 24 kasus dengan nominal klaim mencapai Rp537 juta.

"Jadi, untuk kasus besar biasanya tangani langsung oleh cabang induk kami di Banyuwangi, ada 24 kasus klaim yang dibayarkan total ada Rp537 juta," kata.

Ia menyatakan berkomitmen untuk terus menambah jumlah kepesertaan, sedangkan pada tahun ini BPJS-TK setempat akan turun langsung untuk menambah kepesertaan baru dengan menyasar sektor pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Tahun ini, kami akan meningkatkan jumlah kepesertaan dari sektor UMKM dan sektor informal lainnya," katanya.

Herry mengatakan untuk mewujudkan peningkatan jumlah kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Situbondo, khususnya Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Sosial.

"Kami sudah berkoordinasi dengan OPD khususnya DPMD, Disnaker, Disnakkan, dan Dinsos. Karena pekerja sektor informal banyak di wilayah mereka," ujarnya.

Ia menyebut target kepesertaan pada 2023 belum sesuai harapan manajemen karena hanya bisa mencapai 20.797 peserta dari target 23.000 peserta.

"Posisi akhir Desember 2023, jumlah peserta sebanyak 20.797. Jumlah ini turun sekitar 2.840 tenaga kerja. Jadi masih di luar ekspektasi kami," kata Herry.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper