Ekspor Belut 90.000 Ekor Asal Sidoarjo ke China Didukung Balai Karantina

Ribuan belut hidup tersebut diperiksa kesehatannya secara klinis dan laboratoris, untuk cegah tangkal Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK).
Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur memeriksa belut yang akan diekspor ke China./Antara-BKHIT Jatim.
Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur memeriksa belut yang akan diekspor ke China./Antara-BKHIT Jatim.

Bisnis.com, SIDOARJO - Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur mempermudah ekspor 90.000 ekor belut hidup asal Kabupaten Sidoarjo ke China.

Ketua Tim Kerja Karantina Ikan, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur Indirawati Fairwandari dalam keterangannya di Sidoarjo, Rabu (24/1/2024) menyampaikan sebanyak 90 ribu ekor belut hidup diperiksa Pejabat Karantina Ikan Satuan Pelayanan, Bandara Juanda, sebelum dilalulintaskan ke China pada Selasa (23/1).

"Sebelumnya, ribuan belut hidup tersebut diperiksa kesehatannya secara klinis dan laboratoris, untuk cegah tangkal Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK)," katanya.

Ia mengatakan pengujian laboratorium dilakukan untuk mengetahui apakah belut-belut tersebut bebas dari HPIK sesuai dengan Kepmen KKP No. 17 Tahun 2021, tentang Penetapan Jenis Penyakit Ikan Karantina, Organisme Penyebab, Golongan dan Media Pembawa.

Pejabat Karantina Ikan yang melaksanakan pemeriksaan, Hendri Gustrifandi menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan laboratorium, ribuan belut hidup tersebut bebas HPIK.

"Setelah dinyatakan bebas HPIK dari hasil uji laborataorium, maka dapat diterbitkan sertifikat kesehatan ikan. Pemeriksaan fisik komoditas belut juga dilakukan, untuk memastikan kesesuaian jumlah dan jenisnya," kata Hendri.

Kepala BKHIT Jawa Timur, Muhlis Natsir secara terpisah menyampaikan agar mitra kerja karantina atau eksportir untuk selalu lapor karantina sebelum mengirimkan komoditas perikanan.

"Kepatuhan masyarakat untuk lapor karantina, menambah nilai jual komoditas ekspor yang dilengkapi dengan sertifikat kesehatan karantina, sekaligus bentuk fasilitasi perdagangan melalui Badan Karantina Indonesia," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper