Pembangunan Smelter Freeport Gresik Sudah Capai 74,07 Persen

Pembangunan proyek smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik atau JIIPE mencapai 74,07 persen.
Progres konstruksi smelter konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia di  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur, Rabu (29/3/2023)/Bisnis-Denis Riantiza Meilanova
Progres konstruksi smelter konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur, Rabu (29/3/2023)/Bisnis-Denis Riantiza Meilanova

Bisnis.com, SURABAYA — Progres pembangunan proyek smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik atau Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) hingga Juni tahun ini telah mencapai 74,07 persen.

Construction Manager Smelter Freeport Gresik, Yoga Ameliasari mengatakan hingga saat ini proyek pembangunan smelter ini telah menelan investasi sebesar US$2,4 miliar aau sekitar Rp36 triliun.

“Kami akan terus melanjutkan proyek ini sampai selesai sesuai dengan target rampung dan beroperasi pada Mei 2024 sehingga pada saat itu smelter Freeport sudah bisa beroperasi secara parsial,” katanya saat sosialisasi MediaMind 2023 di Surabaya, Selasa (8/8/2023).

Secara rinci, pekerjaan tiang panjang smelter sudah selesai 100 persen, pekerjaan concrete beton smelter mencapai 74 persen (171.000 m3), pekerjaan instalasi struktur baja area smelter mencapai 48 persen (19.900 ton), instalasi peralatan 39 persen (22.700 ton), pembangunan pelabuhan 100 persen, dan pekerjaan piling PMR (Precious Metal Refinery) selesai 100 persen, serta pekerjaan concrete beton PMR mencapai 44 persen (7.500 m3).

“Secara total dalam progres penyelesaian proyek pembangunan smelter Freeport ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 15.000 orang, yang 98  persennya merupakan tenaga kerja Indonesia, yang di dalamnya merupakan tenaga kerja lokal Jatim sebanyak 50 persen,” jelasnya.

Superintend External Comunication PTFI, Sari Esayanti menambahkan, rencananya smelter tembaga baru di JIIPE akan memiliki kapasitas 1,7 juta ton/tahun. Selain itu juga ada ekspansi PT Smelting Gresik 300.000 ton/tahun, serta PMR berkapasitas 6.000 ton/tahun di JIIPE.

“Dengan kapasitas pengolahan smelter PT Smelting 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun yang telah beroperasi dan ditambah 300.000 ton. Maka setelah smelter di JIIPE beroperasi, Freeport mampu mengolah 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun,” katanya.

Sari menambahkan, produk yang akan dihasilkan dari proyek smelter tembaga PTFI ini terdiri dari katoda tembaga, emas, perak murni batangan, dan Platinum Group Metals (PGM).

“Sedangkan produk samping dari fasilitas pemurnian PTFI bisa berupa asam sulfat, terak, gipsum dan timbal,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper