Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Butuh 682.00 Tenaga Kerja Bidang Industri Per Tahun

Kementerian Perindustrian tengah menyiapkan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) industri melalui berbagai strategi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) saat mengunjungi booth pameran SDM industri seusai pembukaan Rakornas SDM Industri di Surabaya, Rabu (26/7/2023)./Bisnis - Peni Widarti 
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) saat mengunjungi booth pameran SDM industri seusai pembukaan Rakornas SDM Industri di Surabaya, Rabu (26/7/2023)./Bisnis - Peni Widarti 

Bisnis.com, SURABAYA — Kementerian Perindustrian tengah menyiapkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) industri melalui berbagai strategi agar target Indonesia menjadi negara industri tangguh pada 2035 dapat tercapai.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, untuk mencapai visi tersebut dibutuhkan tenaga kerja /SDM industri pengolahan nonmigas sebanyak 22,6 juta orang atau sekitar 15,7 persen dari total pekerja, dengan produktivitas tenaga kerja industri pengolahan nonmigas sebesar Rp128,4 juta/orang.

“Target-target itu bukan hal yang mudah, sehingga butuh terobosan program dan langkah-langkah kerja yang bisa mengakselerasi pembangunan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global di era transformasi digital saat ini,” katanya dalam Rakornas SDM Industri di Surabaya, Rabu (26/7/2023).

Dia melanjutkan, setidaknya pada 2025 nanti sektor industri pengolahan non migas ditargetkan bisa tumbuh 6,4 persen, dan berkontribusi terhadap PDB sebesar 19,2 persen.

“Saat ini Indonesia juga dalam proses aksesi untuk menjadi anggota The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang beranggotakan negara-negara maju sebagai forum berbagi pengalaman, best-practices, serta memberikan masukan terhadap pembentukan kebijakan publik dan standar internasional,” jelasnya.

Menurut Agus, OECD merupakan peluang bagi Indonesia untuk naik level dan mensejajarkan diri dengan negara-negara maju dan terlepas dari jebakan middle income trap

“Keanggotaan Indonesia dalam OECD juga menjadi peluang kita untuk memperluas kerja sama di bidang industri dengan negara-negara maju di OECD,” katanya.

Agus menambahkan, tantangan dihadapi Indonesia adalah standar OECD yang cukup tinggi serta proses seleksi yang ketat, sehingga perlu dukungan dari seluruh pihak, termasuk pelaku industri.

“Salah satu upayanya, yakni diperlukan ketersediaan SDM kompeten dan ahli di sektor industri, khususnya yang menguasai digitalisasi,” imbuhnya.

Adapun Kemenperin telah menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana untuk kebutuhan pengembangan SDM industri melalui 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, 9 SMK industri, dan 7 Balai Diklat Industri. Selain itu ada Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 yang menawarkan layanan untuk membantu industri dalam proses transformasi digital.

“Secara keseluruhan atau 100 persen lulusan dari unit pendidikan vokasi di bawah Kemenperin, langsung diterima kerja di sektor industri,” imbuhnya.

Kepala BPSDMI Kemenperin, Masrokhan menyampaikan BPSDMI sendiri mendapatkan mandat untuk melakukan penyiapan dan penyediaan SDM industri yang kompeten. Berdasarkan kajian yang dilakukan, diperlukan kurang lebih 682.000 orang tenaga kerja industri per tahun untuk kebutuhan industri manufaktur nasional dalam menjadi negara industri tangguh.

“Untuk itulah kami membangun sinergi dan kolaborasi pembangunan SDM industri dengan para pemangku kepentingan seperti pelaku usaha industri, pemda, dan mitra kerja sama luar negeri,” katanya.

Pada kesempatan rakornas ini, kata Masrokhan, BPSDMI melakukan MoU dengan beberapa mitra industri seperti PT Mayora, PT Petrokimia Gresik dan PT Denso.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper