Intiland Mulai Garap Properti Segmen Atas di Surabaya Timur

Pengembang properti di Surabaya mulai menggeser produk properti ke segmen yang lebih atas terutama untuk residensial.
Direktur Pemasaran Intiland - Surabaya, Harto Laksono (kedua kiri) dan Direktur Utama PT Graha Abdael Sukses Hans Wibisono (kedua kanan) meninjau proyek rumah contoh di kawasan Amesta Living tipe terbaru Merra Fan Severa di Surabaya./Dok. Intiland
Direktur Pemasaran Intiland - Surabaya, Harto Laksono (kedua kiri) dan Direktur Utama PT Graha Abdael Sukses Hans Wibisono (kedua kanan) meninjau proyek rumah contoh di kawasan Amesta Living tipe terbaru Merra Fan Severa di Surabaya./Dok. Intiland

Bisnis.com, SURABAYA — Pengembang properti di Surabaya mulai menggeser produk properti ke segmen yang lebih atas terutama untuk residensial yang memiliki harga pasaran di atas Rp2 miliar.

Salah satu pengembang Surabaya yang mulai menggarap segmen tersebut yakni PT Intiland Development Tbk yang berkolaborasi dengan PT Abdael Nusa melalui PT Graha Abdael Sukses (GAS) dengan mengembangkan proyek perumahan Amesta Living Surabaya Timur.

Direktur Pemasaran Intiland - Surabaya, Harto Laksono mengatakan minat masyarakat Surabaya untuk tinggal di kawasan Amesta Living Surabaya Timur cukup tinggi. Sejak diluncurkan pertama kali, Amesta Living memasarkan lebih dari 259 unit rumah dalam sehari. 

“Tingginya minat ini juga sejalan dengan lokasinya yang strategis karena berada di Nol Outer East Ring Road (OERR) yang merupakan jalan nasional dengan lebar 60 meter yang membentang dari sisi utara Kota Surabaya hingga ke Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo serta dekat akses jalan tol,” jelasnya, Jumat (19/5/2023).

Dia mengatakan selama pandemi, pasar memang didominasi oleh end user sehingga segmen rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar lebih cepat bergerak. Namun, dalam beberapa bulan terakhir pasar investasi pun mulai naik. 

“Hal ini juga terlihat di pasar secondary alias rumah bekas dengan harga Rp4 miliar ke atas. Ini menandakan masyarakat mulai kembali percaya bahwa investasi properti kembali berpotensi,” ujarnya.

Harto optimistis pasar properti akan semakin membaik dan tumbuh positif tahun ini seiring dengan tingkat kebutuhan dan daya beli serta minat investasi properti yang cenderung membaik.

“Ditambah lagi tingkat bunga kredit juga relatif stabil sehingga memberikan keyakinan dan sinyalemen positif akan membaiknya pasar properti,” imbuhnya.

Adapun proyek Amesta Living tahun ini kembali meluncurkan sebanyak 82 unit produk baru dengan tipe lebar 5 meter sebanyak sebanyak 22 unit, tipe lebar 6 meter 32 unit, dan tipe lebar 7 meter 22 unit.

Sales and Marketing Manager Amesta Living Danisworo menjelaskan, produk dengan kisaran Rp1 miliar memang mulai bergeser. Hal itu terlihat dari penjualan kluster pertama yang hanya terserap 50 persen. Padahal, sebanyak 259 unit rumah itu sempat ludes terjual pada peluncurannya 2021 lalu.

“Setelah evaluasi penjualan pertama, nyatanya, banyak konsumen yang meminta luasan lebih besar meski akhirnya harganya melonjak menjadi di atas Rp 2 miliar,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper