Empat Pasar Surabaya Direvitalisasi pada 2023

Ada 67 pasar yang dikelola PDPS akan direvitalisasi. Namun, penyertaan modal yang diberikan Pemkot Surabaya ke PDPS hanya Rp9,9 miliar.
Pedagang cabai di sebuah pasar tradisional./Bloomberg-Dimas Ardian
Pedagang cabai di sebuah pasar tradisional./Bloomberg-Dimas Ardian

Bisnis.com, SURABAYA - Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Kota Surabaya siap merevitalisasi empat pasar di Kota Pahlawan, Jawa Timur, mulai 2023 ini.

Direktur Teknik dan Usaha PDPS Suhendro di Surabaya, Senin (20/3/2023), mengatakan, soal revitalisasi pasar, pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah kota dan saat ini masih dalam proses perencanaan.

"Mudah mudahan di tahun ini kami bisa melakukan perbaikan pasar secara bertahap," kata dia.

Menurut dia, ada 67 pasar yang dikelola PDPS akan direvitalisasi. Namun, penyertaan modal yang diberikan Pemkot Surabaya ke PDPS hanya Rp9,9 miliar, sehingga revitalisasi baru dilakukan untuk empat pasar dahulu.

Untuk pelayanan kepada para pedagang dan pembeli, ia berharap ke depannya pasar-pasar di PD Pasar Surya nanti akan menjadi lebih baik. "Harapannya pengunjung makin meningkat. Yang paling penting ada peningkatan pendapatan para pedagang," ujar dia.

Mengenai revitalisasi Pasar Tunjungan, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan aksi untuk perbaikan di Pasar Tunjungan.

"Untuk manajemen baru ini, kami tekankan pelayanan diutamakan," kata Suhendro.

Plt Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T) Danil Hardi mengatakan, permintaan revitalisasi itu sudah diajukan lama sejak 2016.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga sempat menggugat PDPS ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun, setelah melalui proses mediasi akhirnya disepakati pedagang cabut gugatan, tapi dengan janji PDPS merevitalisasi.

Selain itu, pada tahun 2020, P3T juga melaporkan ke Ombudsman. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan ombudsman mengeluarkan keputusan dengan PDPS diminta membuat skema revitalisasi dan wali kota diminta membuat pengawasan revitalisasi Pasar Tunjungan.

Tapi sampai sekarang belum ada tindakan apapun dari PDPS dan Wali Kota Surabaya. Kemudian muncullah pedagang baru dari kalangan anak-anak muda yang mau jalan. Mereka minta tambah daya listrik, tapi diminta PDPS membayar tunggakan tagihan sewa stan dan listrik dan sejak tahun 2018.

"Meskipun itu hanya satu orang, tapi berdampak buruk bagi yang lain. Maksud saya, itu akan menimbulkan trauma bagi calon-calon penyewa, bagi pemilik stan. Itu problemnya," kata dia.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Luthfiyah mengatakan, pihaknya telah lama memperjuangkan revitalisasi pasar Tunjungan. Apalagi P3T menilai pasar Tunjungan sudah tidak layak dan perlu untuk direvitalisasi.

"Itu (revitalisasi) sudah lama kami perjuangkan dan mudah mudahan bisa direalisasi," kata Lutfiyah.

Selain revitalisasi, kata Luthfiyah, P3T juga menyampaikan tentang permasalahan pedagang terkait tunggakan tagihan sewa dan listrik karena pedagang lama beralih ke pedagang yang baru.

"Harus ada rapat pertemuan ulang untuk menghitung secara rinci. Kami akan mengundang semua pihak terkait," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler