Utilitas Gardu Induk New Porong Diprediksi Capai 80 Persen Dalam Dua Tahun

Tingkat utilitas Gardu Induk (GI) New Porong 150 kV diperkirakan dalam 2 tahun depan akan mencapai 80 persen.
Tim elite PDKB (pekerjaan dalam keadaan bertegangan) PLN sedang melakukan perbaikan pada GI New Porong 150 kV yang terindikasi munculnya pemburukan koneksi (hotspot) di Gempol, Pasuruan, Kamis (9/3/2023)./Bisnis - Peni Widarti
Tim elite PDKB (pekerjaan dalam keadaan bertegangan) PLN sedang melakukan perbaikan pada GI New Porong 150 kV yang terindikasi munculnya pemburukan koneksi (hotspot) di Gempol, Pasuruan, Kamis (9/3/2023)./Bisnis - Peni Widarti

Bisnis.com, PASURUAN — Tingkat utilitas Gardu Induk (GI) New Porong 150 kV diperkirakan dalam dua tahun depan akan mencapai 80 persen seiring dengan tren peningkatan konsumsi listrik di wilayah Sidoarjo dan Pasuruan.

Manajer Unit Pelaksana Transmisi (UPT) PLN Probolinggo, Putut Setiawan mengatakan saat ini utilitas dari GI New Porong masih 50 persen sehingga ke depan masih dioptimalkan hingga 80 persen.

“Dengan utilitas 50 persen dari total kemampuan, GI ini masih mampu ditambah beban ketika ada proyek pembangunan di Sidoarjo hingga metropolis atau ada peningkatan konsumsi listrik,” jelasnya, Jumat (10/3/2023).

Dia mengatakan GI New Porong ini merupakan gardu induk yang kritikal. GI New Porong ini mendapatkan pasokan listrik dari GI Grati sekitar 450 MW dan PLTU Paiton sekitar 4.000 MW.

“GI New ini menggantikan GI Porong yang lama, tetapi GI yang lama masih difungsikan untuk menjaga pasokan listrik konsumen di daerah sana. Prinsipnya ketika semakin dekat dengan source akan semakin bagus tegangannya,” imbuhnya.

Putut menambahkan saat ini sudah banyak alternatif pasokan listrik dari GI ketika terjadi pemadaman listrik misalnya di wilayah Surabaya. Dulu, pasokan listrik ke Surabaya disuplai dari Krian, tetapi sekarang GI New Porong sudah bisa menyuplai listrik ke Surabaya, termasuk dari GI Bangil dan GI Bumi Cokro.

“Jadi misal Surabaya ada yang padam, pasokan listrik bisa dialihkan dari GI yang lain tergantung dia ada jalurnya atau tidak,” imbuhnya.

Adapun saat ini GI New Porong telah menyuplai listrik untuk sebanyak 29.868 pelanggan, baik di segmen industri, bisnis dan rumah tangga di wilayah Sidoarjo dan Pasuruan. Pasokan listrik ke arah Sidoarjo dialirkan dengan kapasitas sekitar 20 MW dan ke arah Pasuruan sekitar 27 MW.

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali, Didik Fauzi Dakhlan menambahkan, dengan beroperasinya GI New Porong akan semakin meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Jatim, termasuk untuk kebutuhan industri di Sidoarjo. 

“GI 150 kV New Porong yang terhubung langsung ke GI 150 kV Bangil melalui SUTT 150 kV Porong-Bangil ini dapat membantu melayani kebutuhan pelanggan tegangan tinggi di Kawasan Industri Sidoarjo (KIS) juga menyalurkan pasokan menuju GI 150 kV Sidoarjo sebagai penghubung dua subsistem yakni sistem Grati dan sistem Krian untuk melayani pelanggan di sekitar Porong, Pasuruan Barat, dan Sidoarjo,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper