Kinerja Industri Bata Ringan Diproyeksi Tumbuh 23 Persen

Kinerja industri bata ringan tahun ini diproyeksi akan tumbuh cukup tinggi seiring dengan pulihnya kinerja sektor properti baik proyek baru maupun renovasi.
Commercial Director PT Superior Prima Sukses (Blesscon), Henrianto (kanan) saat meninjau produksi bata ringan ditemani karyawan Pabrik Blesscon Ngoro - Mojokerto, Selasa (7/3/2023)./Bisnis - Peni Widarti
Commercial Director PT Superior Prima Sukses (Blesscon), Henrianto (kanan) saat meninjau produksi bata ringan ditemani karyawan Pabrik Blesscon Ngoro - Mojokerto, Selasa (7/3/2023)./Bisnis - Peni Widarti

Bisnis.com, MOJOKERTO - Kinerja industri bata ringan tahun ini diproyeksi akan tumbuh cukup tinggi seiring dengan pulihnya kinerja sektor properti baik proyek baru maupun pasar ritel atau segmen renovasi.

Commercial Director PT Superior Prima Sukses (Blesscon), Henrianto mengatakan tahun ini Blesscon cukup optimistis dengan penyerapan produk bata ringan. Perseroan pun menargetkan penjualan bata ringan bisa tumbuh 23 persen.

“Kalau tahun lalu pertumbuhan penjualan kita 11 persen, tetapi tahun ini kita prediksikan lebih tinggi sekitar 23 persen. Ini karena situasi perekonomian sudah membaik, pendapatan kembali, dan seperti segmen renovasi rumah yang sempat tertunda, kita sudah mulai renovasi lagi, sehingga kami jauh lebih optimistis,” jelasnya di sela-sela HUT ke-10 Blesscon, Selasa (7/3/2023).

Dia mengatakan guna mencapai pertumbuhan kinerja, Blesscon telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis salah satunya dengan menambah kapasitas produksi bata ringan yang saat ini sekitar 2,6 juta m3/tahun maka akan menjadi 3 juta m2/tahun.

“Setiap tahun kami akan ada penambahan kapasitas produksi, namun bukan dengan membangun pabrik baru, tapi melakukan akusisi pabrik bata ringan lain, seperti yang sudah kami lakukan untuk pertama kalinya di Krian yang saat ini memiliki kapasitas produksi 300.000 m3 - 500.000 m3/tahun,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, Blesscon tahun ini juga akan menambah jaringan distributor baik di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Saat ini Blesscon memiliki sebanyak 7 distributor berskala nasional, rencananya akan menambah jaringan lagi sekitar 3 distributor.

“Kami juga akan menambah kurang lebih 80 unit truk untuk angkutan distribusi. Untuk saat ini kami sudah memiliki sebanyak 510 unit truk yang tersebar di sejumlah pabrik Blesscon,” imbuhnya.

Henrianto menambahkan, sejauh ini Blesscon banyak bermain di pasar ritel atau segmen rumah renovasi. Menurutnya, pasar renovasi memiliki potensi kue yang sangat besar, dibandingkan segmen proyek gedung.

“Pasar ritel atau pasar renovasi itu tidak ada habisnya, dan mereka merupakan pasar yang tahan guncangan. Biasanya ada orang renovasi tidak sekaligus tapi bertahap, sehingga permintaan meterial pun selalu ada, meskipun memang beberapa waktu ini ada koreksi harga jual 3 - 5 persen akibat kendala bahan baku pasir yang juga mengalami kenaikan harga,” ujarnya.

Adapun kontribusi penjualan bata ringan Blesscon di segmen ritel sendiri sejauh ini mencapai lebih dari 95 persen, sedangkan segmen proyek gedung tidak sampai 5 persen. Pangsa pasar Blesscon di kawasan Jogja Raya dan Solo Raya diklaim mencapai sekitar 70 persen, dan pangsa pasar di wilayah Jatim baru sekitar 30 persen.

Diketahui, produksi bata ringan Blesscon ini dilakukan di sejumlah pabrik yang tersebar di Jatim dan Jateng, di antaranya pabrik di Mojokerto 400.000 m3/tahun, Lamongan 700.000 m3/tahun, Line 1 pabrik Sragen 900.000 m3/tahun dan Line 2 pabrik Sragen 700.000 m3/tahun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper