Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Bata Ringan di Jateng Naik 40 Persen, Blesscon Ekspansi ke Sragen

Dulu konsumen di Jateng harus menunggu orderan bata ringan yang dikirim dari pabrik Mojokerto, karena jauh dan ongkos kirim menjadi lebih mahal, tetapi sekarang dengan pabrik yang lebih dekat, satu hari pesan langsung bisa dikirim dan biaya pengiriman murah.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  20:13 WIB
Commercial Director PT Superior Prima Sukses (Blesscon), Henrianto (kanan) dan Production Director Blesscon, Hendra Widodo (paling kiri) saat menunjukan produk bata ringan Blesscon di sela-sela media visit di pabrik Blesscon Sragen, Jawa Tengah, Selasa (23/2/2021). - Peni Widarti/Bisnis
Commercial Director PT Superior Prima Sukses (Blesscon), Henrianto (kanan) dan Production Director Blesscon, Hendra Widodo (paling kiri) saat menunjukan produk bata ringan Blesscon di sela-sela media visit di pabrik Blesscon Sragen, Jawa Tengah, Selasa (23/2/2021). - Peni Widarti/Bisnis

Bisnis.com, SRAGEN — PT Superior Prima Sukses (SPS), produsen bata ringan merek Blesscon menyebut tren permintaan bata ringan di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya meningkatan hingga 40 persen seiring dengan hadirnya pabrik baru di Sragen.

Commercial Director Blesscon, Henrianto mengatakan saat ini tingkat penyerapan produk bata ringan di Jateng masih sekitar 20 persen, sedangkan di Jawa Timur masih 15 persen, yang artinya bahwa masih ada sekitar 80 - 85 persen pasar yang belum tergarap.

“Keberadaan pabrik di Sragen ini akan menjadi penetrasi pasar di Jateng, dan dalam 3 tahun ke depan kami perkirakan penyerapan/konsumsi bata ringan di Jateng ini bisa mencapai 2 kali lipat lebih,” jelasnya di sela-sela media visit, Selasa (23/2/2021).

Sementara, lanjutnya, kondisi penyerapan bata ringan di Jatim bahkan masih 15 persen. Hal ini lebih disebabkan oleh faktor distribusi bata ringan dari pabrik menuju konsumen yang memengaruhi biaya transportasi, terutama ke wilayah yang jauh dari pabrik. 

“Dulu konsumen di Jateng harus menunggu orderan bata ringan yang dikirim dari pabrik Mojokerto, karena jauh dan ongkos kirim menjadi lebih mahal membuat konsumen berpikir untuk menggunakan bata ringan, tetapi sekarang dengan pabrik yang lebih dekat, satu hari pesan langsung bisa dikirim dan biaya pengiriman murah,” ujarnya.

Meski begitu, lanjutnya, potensi pasar bata ringan masih sangat terbuka luas, sebab bagi Blesscon sendiri kontribusi penjualan dari pasar renovasi rumah mencapai 60 persen, sedangkan 30 persen diserap oleh pembangunan rumah baru, dan 10 persen berasal dari proyek.

Production Director Blesscon, Hendra Widodo menambahkan untuk menangkap peluang pasar yang semakin besar, SPS sendiri melakukan investasi pabrik sebesar Rp480 miliar untuk 2 line pabrik, yang masing-masing investasinya Rp240 miliar.

“Line pertama di pabrik Sragen sudah melakukan trial, dan untuk line 2 masih dalam tahap pembangunan yang rencananya rampung pada Desember 2021, sehingga total produksi bata ringan di Sragen akan mencapai 1,6 juta m3,” jelasnya.

Hendra menambahkan investasi pabrik baru di Sragen tersebut menambah total kapasitas produksi Blesscon mencapai 2,7 juta m3 dan menjadi produsen terbesar di Indonesia. Secara rinci, pabrik bata ringan Blesscon pertama berada di Ngoro Mojokerto berkapasitas 400.000 m3, dan pabrik di Lamongan sebesar 700.000 m3.

“Jadi rata-rata produksi bata ringan harian di Sragen mencapai 4.500 - 5.000 m3 atau setara untuk kebutuhan 500 rumah per hari,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi industri jatim bahan bangunan
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top