Waspadai Kenaikan Harga Berbagai Komoditas Menjelang Ramadan

Inflasi Februari 2023 didorong kenaikan harga beberapa kelompok dengan andil terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau.
Ilustrasi kebutuhan harian.
Ilustrasi kebutuhan harian.

Bisnis.com, MALANG — Kenaikan harga berbagai komoditas perlu diwaspadai menjelang bulan Ramadan yang jatuh pada Maret 2023. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi, mengatakan tekanan inflasi periode Februari 2023 di Kota Malang termoderasi. Pada Februari, Kota  Malang mengalami inflasi sebesar 0,09 persen (mtm), secara tahun kalender dan tahunan tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,24 persen (ytd) dan 5,97 persen (yoy). 

“Secara bulanan, realisasi inflasi Kota Malang lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,15 persen (mtm). Inflasi bulanan Kota Malang tercatat lebih rendah dari Jawa Timur dan nasional yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,10 persen (mtm) dan 0,16 persen (mtm),” katanya, Kamis (2/3/2023). 

Inflasi periode Februari 2023, kata dia, didorong oleh kenaikan harga yang terjadi di beberapa kelompok pengeluaran dengan andil terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,12 persen (mtm), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,013 persen (mtm), dan kelompok pakaian dan alas kaki 0,01 persen (mtm).

Berdasarkan komoditasnya, inflasi didorong oleh kenaikan harga beras dengan andil 0,10 persen (mtm), rokok kretek filter 0,07 persen (mtm), bawang merah 0,04 persen (mtm), cabai rawit 0,02 persen (mtm) dan bawang putih0,014 persen (mtm).

Menurut dia, peningkatan harga beras didorong oleh berbagai faktor. Kenaikan harga beras di tingkat produsen disebabkan oleh kenaikan harga pupuk, kenaikan sewa lahan, kenaikan biaya tenaga kerja, kenaikan obat-obatan pertanian, serta transmisi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Di tingkat konsumen, kenaikan harga beras dipicu oleh masih terbatasnya pasokan beras karena belum memasuki musim panen raya yang diprakirakan terjadi di bulan Maret-April 2023.  

Untuk kenaikan harga rokok kretek filter, dia menegaskan, terjadi seiring pemberlakuan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 10 persen secara bertahap sejak 1 Januari 2023. 

Kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit disebabkan oleh menipisnya pasokan di tengah musim hujan lebat dan musim tanam komoditas tersebut. Sementara kenaikan bawang putih disebabkan oleh stok di tingkat distributor yang terbatas. 

Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada beberapa komoditas, seperti daging ayam ras dengan andil-0,06 persen (mtm), angkutan udara-0,05 persen (mtm), ayam hidup-0,04 persen (mtm), minyak goreng -0,02 persen (mtm), dan kangkung-0,01 persen (mtm).

Penurunan tarif angkutan udara, kata Samsun, terjadi seiring turunnya harga avtur sebesar 1,07 persen untuk penerbangan domestik pada bulan Februari 2023. Penurunan harga daging ayam ras dan ayam hidup disebabkan oleh melimpahnya pasokan. 

Penurunan harga minyak goreng seiring pemberlakuan Surat Edaran Kemendagri No. 03 Tahun 2023 tentang Pedoman Penjualan Minyak Goreng Rakyat, dimana penjualan minyak goreng rakyat harus mematuhi harga domestic price obligation (DPO) dan harga eceran tertinggi (HET). 

Selain itu, ujar dia, terdapat larangan untuk menggunakan mekanisme paket dengan produk lainnya serta pembatasan penjualan minyak goreng rakyat oleh pengecer kepada konsumen maksimal 10 kg per orang per hari untuk minyak goreng curah sebanyak 2 liter per orang per hari. 

“Kemendag juga mulai menghentikan penjualan minyak goreng rakyat secara daring (online),” ucapnya.

Perkembangan inflasi pada 2023 masih perlu dicermati seiring masih adanya risiko seperti tingginya harga pangan dan energi dunia yang dapat memengaruhi tingkat inflasi nasional maupun Kota Malang. (K24)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper