BEI Bakal Pacu Edukasi Pasar Modal di Jatim

BEI tahun ini akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang investasi baik di pasar modal maupun saham dengan sasaran dan prioritas kegiatan edukasi.
Kepala Kantor Perwakilan Jatim BEI, Dewi Sriana Rihantyasni saat pemaparan dalam Media Workshop Pasar Modal di Surabaya, Selasa (24/1/2023)./Bisnis - Syaharuddin Umngelo
Kepala Kantor Perwakilan Jatim BEI, Dewi Sriana Rihantyasni saat pemaparan dalam Media Workshop Pasar Modal di Surabaya, Selasa (24/1/2023)./Bisnis - Syaharuddin Umngelo

Bisnis.com, SURABAYA - Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur meyakini jumlah investor pasar modal maupun saham tahun ini masih akan tetap tumbuh seiring dengan upaya kegiatan edukasi yang terus dilakukan oleh BEI.

Kepala Kantor Perwakilan Jatim BEI, Dewi Sriana Rihantyasni mengatakan pada 2022 jumlah Single Investor Identification (SID) pasar modal tercatat sebanyak 1.360.011 atau tumbuh 36,47 persen dibandingkan 2021.

“Jumlah investor SID pasar modal Jatim ini menyumbang sebesar 13,28 persen dari total 10.242.207 SID nasional,” katanya dalam Workshop Pasar Modal, Selasa (24/1/2023).

Sedangkan SID saham di Jatim pada 2022, lanjutnya, tercatat sebanyak 587.974 atau tumbuh 29,10 persen dibandingkan 2021. Jumlah tersebut menyumbang 13,34 persen dari total SID saham secara nasional sebanyak 4.406.828 SID.

Adapun SID saham di Jatim tersebar di sejumlah kota/kabupaten di antaranya adalah Surabaya 137.660 SID, Malang 61.072 SID, Sidoarjo 49.375 SID, Kediri 29.060 SID, Jember 25.806 SID, Gresik 21.053 SID, Banyuwangi 18.102 SID, Madiun 16.837 SID, Pasuruan 16.525 SID, dan Mojokerto 16.169 SID.

“Sementara untuk anggota bursa di Jatim per Desember 2022 tercatat ada 50 anggota yang terdiri dari Surabaya 39 anggota, 1 Sidoarjo dan 10 Malang, serta jumlah asset manajement ada 9, dengan jumlah 47 emiten dan 90 galeri investasi,” imbuh Dewi Sriana.

Dia menambahkan, BEI tahun ini akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang investasi baik di pasar modal maupun saham dengan sasaran dan prioritas kegiatan edukasi yang mengacu pada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Sesuai dengan OJK sasarannya adalah pelaku UMKM, masyarakat daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T), penyandang disabilitas, pelajar/santri,” imbuhnya.

Selain ada potensi investor, tambah Dewi, di Jatim tahun ini juga diperkirakan akan ada penambahan emiten baru, setidaknya ada satu emiten yang sudah berencana untuk melakukan Initial Public Offering (IPO).

“Di Jatim yang ingin IPO lebih dari satu emiten, tapi yang sudah berencana ada satu,” imbuhnya.

Tercatat hingga 2022, di Jatim terdapat sebanyak 47 emiten atau setara 5,70 persen dari total 825 emiten di BEI. Per Desember 2022, terdapat 4 emiten baru atau sekitar 6,78 persen dari total emiten baru secara nasional yang sebanyak 59 emiten baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper