Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemprov Jatim Rampungkan 29 Unit Rumah Huntap Korban Longsor Trenggalek

Pembangunan ini menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2022 sebesar Rp1,45 miliar dengan biaya pembangunan masing-masing huntap yakni Rp50 juta. 
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 24 Januari 2023  |  14:39 WIB
Pemprov Jatim Rampungkan 29 Unit Rumah Huntap Korban Longsor Trenggalek
Suasana huntap Kampung Indah Permai (KIP) Trenggalek untuk warga korban longsor Trenggalek Oktober 2022. Dok. Pemprov Jatim
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur merampungkan pembangunan 29 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi para korban bencana alam tanah longsor di Desa Sumurup, Bendungan, Trenggalek yang terjadi pada Oktober 2022.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pembangunan huntap yang diberi nama Kampung Indah Permai (KIP) ini menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2022 sebesar Rp1,45 miliar dengan biaya pembangunan masing-masing huntap yakni Rp50 juta. 

“Saat ini, sebanyak 25 unit rumah telah didirikan di lahan relokasi. Sementara empat rumah dibangun di lahan milik sendiri,” katanya dalam rilis, Selasa (24/1/2023).

Dia mengatakan pembangunan huntap perlu dilakukan karena masih ada daerah terdampak yang masih berisiko tinggi jika ditempati mengingat ada potensi tanah bergerak/longsor maupun banjir.

“Beberapa solusi yang bisa segera kita lakukan adalah Pemprov di sini memiliki lahan sehingga bisa langsung digunakan untuk relokasi,” katanya.

Selain itu, lanjut Khofifah, di lokasi huntap tersebut juga masih ada lahan yang bisa digunakan sebagai sarana penguatan ekonomi masyarakat sekitar, sebagai contoh bisa untuk kandang komunal atau kandang bersama baik untuk warga yang tinggal di huntap maupun yang ada di Kampung Sumurup.

“Sehingga sinergitas di antara warga sama-sama bisa mendorong  ekonomi mereka. Desainnya nanti tergantung apakah warga lebih senang membangun kandang sapi atau kambing,” imbuhnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat ini Pemkab Trenggalek juga tengah mencari lahan huntap untuk warga terdampak yang rumahnya masih belum direlokasi. Secara total, rumah terdampak longsor Trenggalek tersebut sebanyak 50 unit.

“Kami sedang upayakan untuk mencari lahan dengan sinergi bersama Baznas. Kemarin ada donasi senilai kurang lebih Rp891 juta itu nantinya sebagian akan kita belikan tanah. Tentunya tidak dengan mengurangi jumlah hutan di Trenggalek,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

trenggalek jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top