Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Porang dan Sarang Walet Jatim Diharapkan Bisa Diterima Pasar China

Khofifah mengungkapkan produksi porang Jatim merupakan yang terbesar di Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Januari 2023  |  19:51 WIB
Porang dan Sarang Walet Jatim Diharapkan Bisa Diterima Pasar China
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) menerima kunjungan Konjen Xu Yong di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (3/1/2023). - Antara/Biro Adpim Jatim.
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menawarkan ekspor porang dan sarang burung walet yang disampaikan saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat China Xu Yong di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

"Saya menyampaikan harapan agar Jatim utamanya petani porang dan walet bisa mendapat akses pasar yang lebih luas di China," katanya kepada wartawan usai bertemu Konjen Xu Yong di Surabaya, Selasa (3/1/2023).

Khofifah mengungkapkan produksi porang Jatim merupakan yang terbesar di Indonesia.

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan porang merupakan salah satu sumber pangan dengan kandungan karbohidrat dan kalori rendah, serta bebas protein.

"Saya harap nanti Pak Konjen bisa mengundang investor untuk datang ke sini, melihat pabriknya langsung, atau investasi membangun pabrik di sini untuk memperluas potensi pasar bagi petani porang Jatim," ujarnya.

Pasar potensial dari Jatim lainnya yang ditawarkan adalah sarang burung walet. Khofifah menyebut dari total produksi walet nasional, 30 persennya berasal dari Jatim.

Dengan produksi yang besar, Gubernur Khofifah meyakini komoditas sarang burung walet Jatim dapat memenuhi kebutuhan yang populer dikonsumsi para balita di China.

"Jika kita bisa mencari titik temu perdagangan untuk dua komoditas tersebut maka akan luas perannya bagi petani-petani porang dan sarang burung walet asal Jatim," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menawarkan berbagai program kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, budaya dan pariwisata antara Jatim agar bisa dikembangkan lebih luas lagi.

Tercatat kinerja perdagangan berbagai komoditas antara Jatim dan China dalam kurun waktu Januari-Oktober 2022 menunjukkan geliat yang signifikan, dengan nilai ekspor sebesar 2.697,87 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Nilai impornya sebesar 5.869,01 juta dolar AS, mengalami defisit sebesar 3.171,14 juta dolar AS.

Capaian tersebut menjadikan China berada di urutan ketiga sebagai negara tujuan ekspor tertinggi dari Jatim. Sebagai negara asal impor ke Jatim malah menempati urutan pertama.

Sementara itu, data investasi China di Jatim sejak tahun 2010 sampai dengan triwulan III tahun 2022 sebanyak 361 proyek, dengan nilai investasi sebesar 368,67 juta dolar AS.

Bidang usaha terbesar yaitu perdagangan dan reparasi, industri makanan, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Konjen Xu Yong yang baru bertugas selama satu bulan di Jatim mengaku optimistis kerja sama dengan Jatim akan bisa terus meningkat di masa depan.

"Saya harap akan menjadi mitra strategis satu sama lain, yang bisa mengembangkan berbagai kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, pariwisata dan perikanan, demi kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Porang ekspor sarang walet jatim

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top